Dampak Refocusing, Tahun Ini DPUBM Hanya Prioritaskan Pemeliharan Jalan

Nov 27, 2021 13:06
Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Romdhoni.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Romdhoni.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang tahun 2021 ini lebih banyak melakukan pekerjaan yang bersifat pada pemeliharaan jalan. Menurut Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Romdhoni hal tersebut karena dipengaruhi adanya refocusing anggaran terdampak Covid-19 ini. 

Pemeliharaan tersebut juga termasuk pada penanganan pasca bencana yang terjadi beberapa waktu terakhir di beberapa titik. Seperti pembersihan sisa material longsor, atau membuat sudetan di beberapa titik Kabupaten Malang yang tergenang banjir karena luapan air drainase. 

"Sesuai dengan ketersediaan anggaran yang ada di tahun ini, kita pilih prioritasnya. Tapi kegiatan rutin yang dilakukan oleh rekan-rekan UPT (Unit Pelaksana Teknis) yang ada tetap jalan terus. Yang ditangani UPT ini longsoran, lalu sudetan saluran drainase," ujar Romdhoni, Sabtu (27/11/2021).

Selain itu, pemeliharaan juga dilakukan dengan pekerjaan tutup lubang. Meskipun hal tersebut juga dilakukan dengan tetap memperhatikan kondisi ketersediaan yang ada saat ini. 

"Tapi sebagian juga sudah ada yang diprogram untuk tahun depan," imbuh Romdhoni. 

Pada tahun ini, anggaran yang disiapkan untuk pekerjaan pemeliharaan kurang lebih sebesar Rp 50 miliar. Dan menjelang penghujung tahun 2021 ini, sudah terserap kurang lebih sekitar 80 persen. Sementara sebaran titik pekerjaannya hampir merata di wilayah Kabupaten Malang. 

"Tapi justru, jalan-jalan yang rusak berat itu kan tidak mungkin ditangani dengan cara tutup lubang. Karena tidak efektif. Paling-paling kalau ada lubang yang cukup besar, itu di (batu) agregat dulu, lalu tahun depan diprogram," terang Romdhoni.

Salah satu titik yang menurutnya tidak dapat dilakukan peningkatan kualitas jalan adalah ruas jalan yang ada di Dengkol Kecamatan Singosari. Ruas jalan tersebut merupakan salah satu jalan menuju Bandara Abdurrachman Saleh. 

Menurut Romdhoni, kerusakan jalan di titik tersebut termasuk dalam kategori rusak berat. Sehingga tidak dapat dilakukan perbaikan atau pekerjaan yang hanya bersifat pemeliharaan. Meskipun, untuk penanganan yang bisa dilakukan pada tahun ini, juga bersifat pemeliharaan. 

"Itu nanti akan diagregat dan beton. Namun karena termasuk rusak berat. Tidak akan dapat mengcover semua area. Jadi akan diprogram tahun depan," pungkas Romdhoni. 

Topik
dampak banjirjalan berlubangPerbaikan Jalan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru