Pengusaha Nahdliyin Bertekad Jadi Lokomotif Kemandirian Ekonomi, Ini Dukungan Kampus Unisma

Nov 26, 2021 19:10
Ketua PW HPN Jawa Timur H Misbahul Munir (dua dari kiri), Ketua Umum DPP HPN, Abdul Kholik (tiga dari kiri) dan Rektor Unisma Prof Dr Maskuri MSi (tengah)(Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Ketua PW HPN Jawa Timur H Misbahul Munir (dua dari kiri), Ketua Umum DPP HPN, Abdul Kholik (tiga dari kiri) dan Rektor Unisma Prof Dr Maskuri MSi (tengah)(Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) diikuti 38 Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Kota/Kabupaten se-Jatim, mulai berlangsung hari ini (26/11/2021). Selain untuk konsolidasi pengurus, Muskerwil juga untuk berdiskusi mengangkat atau recovery perekonomian bangsa serta menciptakan ekosistem bisnis kerja yang sehat di lingkungan NU.

"Tentu agenda utamanya, konsolidasi semua pengurus. Selain itu membahas isu strategis peningkatan ekonomi daerah maupun regional," ungkap Ketua PW HPN Jawa Timur H Misbahul Munir saat konferensi pers di Unisma. 

Ketua Umum DPP HPN, Abdul Kholik menyampaikan HPN yang didirikan di Surabaya pada 2011 lalu, saat ini telah tersebar di 150 kabupaten dan kota yang ada di 22 provinsi. 

Kemunculan HPN, sebagai upaya untuk mengejar ketinggalan ekonomi kaum Nahdiyin. Supaya kaum Nahdiyin mempunyai kemandirian dibutuhkan lokomotif. HPN menjadi lokomotif percepatan ekonomi kaum Nahdiyin. Ukuran keberhasilan negara salah satunya ditentukan banyaknya entrepreneur. 

Tugas HPN menurutnya berat. Ada tiga pilar yang sudah dikenal, Agama, Politik dan Entrepreneurship. Namun pilar yang ketiga ini belum terlalu dikenal. Karena itulah, HPN berupaya menggelorakan pilar yang terakhir untuk mengejar ketertinggalan. 

"Gini rasio gapnya jauh sekali kita nomor 4 dunia. NU merasa terpanggil karena gap besar ini bisa jadi bahaya latex bagi ketahanan nasional. Karenanya butuh untuk percepatan ekonomi dan mendorong lokomotif ini," terang Abdul Kholik.

Lanjutnya, peningkatan, ekonomi saat ini tak ditentukan dari solo efford per individu. Tapi bagaimana membentuk sebuah ekosistem. Karenanya, dalam muskerwil ini, pihak berharap menghasilkan sesuatu yang nantinya bisa menjadi masukan dalam muktamar NU tentang bagaimana strategi pemberdayaan ekonomi kaum Nahdiyin. 

"Ini menjadi episentrum gerakan Nahdiyin di Indonesia. Bisa memberikan strategi pemberdayaan ekonomi agar dapat ditarik dengan cepat melalui HPN," terangnya.

Sementara itu, HPN juga menggandeng perguruan tinggi, yakni Universitas Islam Malang (Unisma) untuk turut mendukung peningkatan ekonomi nasional dan dalam upaya peningkatan SDM. Dijelaskan Rektor Unisma, Prof Dr Maskuri MSi, menyambut baik rencana dari HPN.

Menurutnya, antara SDM dan usaha, sangatlah berkaitan erat. Dalam usaha yang hebat, pengembangan SDM juga harus hebat. Semangat yang dimiliki HPN tentunya klop dengan Unisma yang tentunya ingin berkontribusi pada segala aspek.

"Ini tentunya menyelaraskan dengan dunia usaha dan dunia industri. Kami bertekad bahwa pembelajaran tak hanya elitis dalam kelas, tapi harus banyak di lapangan.  Ini dua lembaga saling support," terangnya.

Untuk support, tentunya akan banyak hal, baik dari konsep, riset hingga pengabdian masyarakat. Dibutuhkan sinergi  yang kuat untuk mampu mewujudkan apa yang dicita-citakan. Warga NU bukan hanya sekedar orientasi pada pendidikan, keagamaan dan Kesehatan, tetapi juga dalam bidang ekonomi.

"Unisma siap untuk bermitra, pengembangan SDM. Kita ingin buat monumen dari sisi akademik yang bisa dijadikan pengembangan Nahdiyin. Jiwa entrepreneur jadi pijakan untuk maju," pungkas Prof Maskuri.

Topik
susilo hadimisbahul munirAbdul Kholikbantuan hukum pemkab jemberprof maskuri

Berita Lainnya

Berita

Terbaru