Sisa Anggaran Pemkab Malang Tahun 2021 DIperkirakan Tembus Rp 330 Miliar

Nov 25, 2021 21:04
Rapat paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Malang (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)
Rapat paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Malang (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Malang memproyeksi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tahun 2021 mencapai Rp 330 miliar.

Kepala BPKAD Kabupaten Malang, Wahyu Kurniati mengatakan bahwa SILPA tahun 2021 tidak jauh berbeda dengan tahun 2020 silam. Di mana, tahun lalu SILPA mencapai Rp 350 miliar.

“Jumlah SILPA itu tidak jauh beda dengan tahun sebelumnya saat penyusunan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kabupaten Malang tahun 2020,” ucap Wahyu Kurniati.

Pada tahun 2020 lalu masih kata Wahyu, proyeksi SILPA anggaran APBD Kabupaten Malang mencapai Rp 325 miliar, dan pada ini diperkirakan hampir sama. “Tapi itu kan masih proyeksi, jadi untuk OPD mana saja masih belum dapat diketahui, nanti tunggu 30 Desember 2021,” jelas Wahyu.

Disinggung secara detail berapa besaran SILPA itu, Wahyu belum bisa menjelaskan. Sebab, hal itu masih menunggu audit dari Inspektorat Kabupaten Malang pada akhir 2021 mendatang.

“Itu SILPA non audited, kita tunggu audit Inspektorat, baru tahu besarannya. Sedangkan di bulan Mei 2022 setelah dilakukan audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) baru keluar SILPA resmi,” tutur Wahyu.

Menurut Wahyu, naiknya SILPA dikarenakan realisasi program kegiatan di setiap OPD di lingkungan Pemkab Malang kurang maksimal. “Kecuali SILPA muncul dari efisiensi belanja, yang secara program kegiatan tercapai, tapi ada efisiensi anggaran, contohnya rehab gedung, dianggarkan Rp 200 juta, namun di RAB (Rencana Anggaran Biaya) muncul sebesar Rp 175 juta, nah itu berarti efisiensi anggaran Rp 25 juta,” jelas Wahyu.

Topik
Kabupaten Malangbanjir kepanjenWahyu Kurniati

Berita Lainnya

Berita

Terbaru