Bupati Sepakati Target PAD Naik Dekati Rp 1 Triliun, Ini yang akan Dilakukan Bapenda

Nov 25, 2021 20:15
Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menggenjot target pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Malang menjadi sebesar Rp 978 miliar pada tahun anggaran 2022 mendatang. Angka tersebut naik dari target PAD pada tahun 2021 ini yang sebesar Rp 741 Miliar.

Bupati Malang, HM. Sanusi menyebut bahwa ada beberapa hal yang dipertimbangkan hingga muncul kesepakatan target PAD Kabupaten Malang dinaikkan. Salah satunya, ia menyebut masih ada sejumlah sektor yang memiliki potensi besar dalam menyumbang PAD, namun belum dapat tergali optimal.

"Ya pertimbangannya intensifikasi saja. Jadi nanti dioptimalkan, semua yang jadi potensi menyumbang PAD untuk bisa terserap semua. Dengan demikian, PAD bisa mencapai target sebesar itu," ujar Sanusi.

Agar dapat tergali lebih optimal, Sanusi mengatakan bahwa pihaknya juga akan mengoptimalkan penyerapan PAD berbasis sistem informasi. Menurut Sanusi, hal tersebut juga dimaksudkan untuk mencegah potensi kebocoran.

Bupati Malang, HM. Sanusi.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

"Iya, belum tergali optimal. Makanya nanti harus ada perlakuan seperti pemberlakuan e-Retribusi, e-Pajak, dan semuanya akan menggunakan berbasis seperti itu. Sehingga nanti mengurangi kebocoran yang terjadi," terang Sanusi.

Strategi lain yang akan dilakukan Sanusi untuk dapat menaikkan PAD adalah membuka kran atau peluang investasi lebih besar. Terutama investasi di bidang perhotelan dan restoran. Sebab dari pantauannya, beberapa daerah yang memiliki PAD tinggi, salah satunya juga bersumber dari pajak hotel dan restoran.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara mengatakan bahwa pihaknya juga harus siap melakukan segala daya dan upaya untuk dapat mencapai target tersebut. Salah satu upaya yang akan dioptimalkan adalah menyadarkan masyarakat untuk mau membayar pajak.

"Ya akan kita optimalkan dengan segala daya dan upaya. Selain itu juga menyadarkan masyarakat untuk mau membayar pajak," ujar Made, Kamis (25/11/2021).

Sedangkan di akhir bulan ini, pihaknya juga akan kembali menginventarisir obyek-obyek pajak di Kabupaten Malang. Baik dari pajak restoran, hotel, reklame dan beberapa obyek pajak lainnya.

Untuk itu, nantinya dengan berangsur pulihnya kondisi di masa PPKM, beberapa event atau kegiatan diharapkan bisa turut mendongkrak PAD dari sektor pajak. Misalnya seperti event-event yang diorientasikan untuk mendongkrak kunjungan wisatawan.

"Ini semua kan bersinggungan. Akan kita hitung lagi potensi-potensi obyek pajak pada akhir bulan ini. Dan beberapa event kan juga bisa mendongkrak. Seperti reklamenya, pajak hotel, restoran dan hiburannya. Yang penting kami berusaha agar siklus keuangan ini tidak keluar," jelas Made.

Selain itu, menurut Made hal tersebut juga harus disinergikan dengan kinerja dari semua organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada. Terutama pada OPD yang memang menjadi penghasil PAD. Baik dari sektor pajak maupun sektor lainnya. "Semua OPD harus siap. Karena Pak Bupati kan sudah punya gambarannya," pungkas Made.

Topik
Kabupaten MalangSanusiMade Arya Wedhantara

Berita Lainnya

Berita

Terbaru