Tak Tertib, Bapenda dan Kejari Kota Malang Panggil Puluhan Penunggak Pajak 

Nov 25, 2021 16:42
Suasana penunggak pajak yang memenuhi panggilan Kejari Kota Malang di Kantor Bapenda Kota Malang, Kamis (25/11/2021). (Foto: Istimewa).
Suasana penunggak pajak yang memenuhi panggilan Kejari Kota Malang di Kantor Bapenda Kota Malang, Kamis (25/11/2021). (Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Puluhan wajib pajak yang mangkir memenuhi kewajibannya jalani pemeriksaan di kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang.

Pemanggilan tersebut dilakukan langsung oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang terhadap sebanyak 46 wajib pajak yang menunggak, hari ini, Kamis (25/11/2021).

Kasubdit Pengawasan, Penagihan dan Penindakan Pajak Bapenda Kota Malang, Didit Edy Supriadi mengatakan, para penunggak pajak yang dipanggil ini merupakan dari perusahaan perhotelan dan restoran. Jumlahnya mencapai 90 wajib pajak yang telah menunggak.

Di mana tunggakan dari para wajib pajak tersebut beragam mulai tahun 2018 hingga 2021 ini. Hanya saja, proses pemanggilan ini dilakukan secara bertahap hingga tiga minggu ke depan oleh Kejari Kota Malang.

"Jumlah total itu kurang lebihnya 90 penunggak pajak hotel dan rumah makan. Tapi, hari ini 46 wajib pajak dulu, dibagi dua sesi," ujarnya.

Untuk diketahui, pemanggilan para wajib pajak ini merupakan kerja sama yang dijalin Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Bapenda Kota Malang dengan pihak Kejari Kota Malang.

Menurut Didit, para penunggak pajak ini sebelumnya sudah diberikan surat peringatan (SP) beberapa kali, namun tak diindahkan. Sehingga pemanggilan tersebut dilakukan untuk menertibkan para wajib pajak.

Dari pemanggilan tersebut, para wajib pajak akhirnya mau untuk memenuhi kewajibannya membayar pajak, meski dengan proses dicicil. Setidaknya, dari 90 wajib pajak yang menunggak diketahui total nilai tunggakannya mencapai Rp 5,250 Miliar.

Jumlah tersebut terbagi atas  pajak Hotel, Restoran dan PBB. Sehingga, jika 46 wajib pajak untuk hari ini, total besaran tunggakan mencapai Rp 1,180 Miliar.

"Mereka yang punya tunggakan sebelumnya sudah kita berikan SP, nggak digubris. Akhirnya cara terakhir ini dengan Kejaksaan. Setelah dipanggil, hampir semua mau membayar, biarpun banyak yang dicicil," terangnya.

Sementara itu, Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksanaan Negeri Kota Malang, Achmad Fauzan menyatakan, pemanggilan ini dilakukan untuk memberikan rasa tanggung jawab bagi para wajib pajak agar segera membayarkan tunggakan pajaknya.

Para Wajib Pajak yang telah datang ini, diberikan tenggat waktu untuk menuntaskan tunggakannya hingga akhir bulan Desember 2021 mendatang. Jika masih ada yang belum memenuhi panggilan pada hari ini, pihaknya akan melakukan pemanggilan kembali kepada para penunggak pajak yang bersangkutan.

"Setelah ini perusahaan diharapkan segera melakukan pembayaran. Jadi, kami memberikan surat pernyataan yang dibuat oleh Bapenda, kemudian harus diisi oleh pemilik perusahaan rumah makan maupun hotel itu. Kami minta jangka waktu terakhir itu di akhir tahun ini, Desember," ungkapnya.

Topik
Penunggak PajakKota MalangBapenda Kota MalangKejari Kota MalangBerita MalangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru