Lirik Jatah Tetangga, KONI Kabupaten Malang Minta Jatah Rp 13,8 Miliar, Ini Respons Bupati Sanusi

Nov 25, 2021 08:25
Bupati Malang, HM. Sanusi.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Bupati Malang, HM. Sanusi.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bisa menambah anggarannya. Tujuannya agar pelatih dan atlet di Kabupaten Malang bisa mendapatkan dukungan finansial yang optimal. Terutama menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII tahun 2022 mendatang. 

Ketua KONI Kabupaten Malang, Rosyidin menilai, bahwa jika hal tersebut tidak dilakukan, maka KONI Kabupaten Malang bakal tidak mengirimkan kontingen dalam ajang Porprov VII tahun 2022 mendatang. Sebab menurutnya, dengan support anggaran yang minim, maka prestasi tidak akan dapat maksimal. 

"Kami berharap di tahun 2022 mendatang anggaran untuk KONI bisa menjadi Hibah dari Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang melekat di Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga) Kabupaten Malang," ujar Rosyidin. 

Rosyidin menegaskan, dukungan finansial tersebut dibutuhkan untuk melengkapi kontingen asal Kabupaten Malang yang akan bertanding di berbagai kancah, termasuk Porprov ke VII yang bakal digelar di Jember, Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo.

"Jika KONI diberi anggaran kurang Rp 10 miliar, saya tidak menjamin bisa memenuhi target tiga besar di Porprov VII tahun 2022 mendatang," ungkap Rosyidin.

Sedangkan di tahun 2021 ini, KONI Kabupaten Malang hanya mendapatkan anggaran sebesar Rp 1,9 Miliar. Yang kemudian ditambah sebesar Rp 300 juta melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun 2021 ini. Hal itupun juga telah disampaikan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang. 

"Kami sudah memohon kepada Anggota DPRD, Bupati Malang dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang untuk menambah anggaran KONI Kabupaten Malang. Semoga diperhatikan," kata Rosyidin.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Umum (Sekum) KONI Kabupaten Malang, Hartono. Menurutnya, untuk memenuhi target perolehan medali jelas membutuhkan anggaran yang besar. Hal itu mengingat di KONI Kabupaten Malang ada sebanyak 54 cabang olahraga (Cabor).

"Untuk bisa memenuhi target itu, kita (KONI Kabupaten Malang) membutuhkan anggaran sebesar Rp 13,8 miliar, tapi jika memang diberi hanya Rp 10 miliar, jelas akan ada pengetatan penggunaan anggaran untuk pelatihan," ujar Hartono.

Hartono mencontohkan, jika melihat kucuran anggaran di KONI Kota Malang, di tahun 2022 mendatang akan digelontorkan anggaran kurang lebih sebesar Rp 18 miliar, jumlah itu sangat fantastis, namun KONI Kabupaten Malang tidak meminta jumlah anggaran yang fantastis.

"Bukan membanding-bandingkan, kalau KONI Kota Malang kan hanya ada 43 cabor, tapi digelontor anggaran Rp18 miliar. Kami tidak menuntut sama, hanya dipenuhi saja kebutuhan KONI Kabupaten Malang," pungkas Hartono.

Sementara itu, menanggapi hal tersebut, Bupati Malang HM. Sanusi menegaskan bahwa pihaknya lebih condong untuk memberikan uang sebagai bentuk reward atau apresiasi kepada atlet yang telah terbukti berprestasi. "Saya lebih suka memberikan reward kepada yang berprestasi. Daripada (penambahan) anggaran itu," ujar Sanusi, Rabu (24/11/2021).

Menurut Sanusi, atlet-atlet Kabupaten Malang akan terpacu meraih prestasi dengan memotivasi saat berlatih. Terkait solusi keluh kesah KONI Kabupaten Malang tersebut, Sanusi menyerahkannya kepada Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang.

"PON dulu kita tidak pernah dapat medali nah sekarang kita pertahankan. Kita motivasi atlet berprestasi. Jadi atlet yang berprestasi itu yang dapat (uang)," pungkas Sanusi.

Topik
SanusiKONI Kabupaten Malangaipda roni

Berita Lainnya

Berita

Terbaru