Solusi dari Overthinking

Nov 24, 2021 14:50

Judul buku      : You Are Overthinking!
Penulis             : Ratna Widia
Penerbit           : Psikologi Corner, Yogyakarta
Tahun Terbit   : 2020
Tebal buku      : x + 210 halaman
Harga Buku     : Rp. 55.500,00
ISBN               : 978-623-244-206-1
Peresensi         : Adinda Fadhilla Salsabila

 

JATIMTIMES - You Are Overthinking merupakan buku karya Ratna Widia, seorang alumni dari Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas Hukum, Angkatan 2008. 

Widia mulai menulis pada saat kuliah, kebanyakan menulis genre non fiksi dan mengikuti lomba karya tulis ilmiah nasional, bidang hukum. Ketika mulai memasuki genre fiksi, Widia memutuskan untuk menimba ilmu serta bergabung di Forum Lingkar Pena Jakarta.

Melalui buku ini, Ratna Widia membagikan fenomena-fenomena overthinking dari segala sisi yang pernah terjadi dalam hidupnya. 

Dalam buku ini terdapat alasan mengapa fenomena ini bisa terjadi dan bagaimana cara untuk mengatasinya. Dengan sudut pandang yang berbeda, Ratna Widia ingin menyampaikan pesan tentang segala hal yang berhubungan dengan overthinking

Lewat buku ini, pembaca akan diajak untuk menikmati sebuah karya melalui perumpamaan-perumpamaan yang akan  membuat pembaca terbawa perasaan dan lebur ke dalamnya.

Buku ini berisi tentang beberapa kisah penulis dalam menghadapi fenomena yang bernama overthinking. Overthinking adalah tindakan atau kejadian disaat kita lebih sering memikirkan sesuatu yang belum terjadi. Umumnya fenomena ini terjadi dikarenakan adanya rasa sakit hati, bersalah, marah, malu sampai cemas atau khawatir dengan hal yang akan datang. 

Fenomena harian yang bisa pembaca dapatkan seperti, terlalu memikirkan jumlah likes atau komen di sosial media. 

Buku ini terbagi menjadi tiga belas bab. Pada bab pertama buku ini penulis memaparkan apa saja penyebab seseorang menjadi terlalu memikirkan hal-hal yang belum tentu terjadi, dan juga ada beberapa kisah penulis dalam menghadapi overthinking di masa lalunya. 

Dalam bab kedua penulis membahas tentang bagaimana cara membedakan rational thinking (berpikir secara rasional) dengan overthinking (berpikir berlebihan).

Kemudian pada bab empat sampai sepuluh berisi beberapa kisah yang dipaparkan oleh penulis tentang fenomena-fenomena overthinking pada diri kita, keluarga, teman, sebuah status hubungan, status sosial, pendidikan, dan karir kita. 

Bab sebelas ada kecemasan tentang masa depan. Bab dua belas berisi kisah tentang ketakutan oleh masa lalu. Dan yang terakhir ada bab tiga belas yang berisi formula atau resep menghadapi overthinking

Setiap bab dalam buku ini penulis membagi lagi menjadi beberapa bagian klasifikasi subbab yang lebih mendetail, sehingga pembaca bisa lebih mudah terfokus untuk membaca isi dalam buku. 

Pada bab pertama buku ini terdapat penggambaran yang menarik dari fenomena overthinking. Ratna Widia menggambarkan overthinking ibarat mendorong meja yang terhalang oleh dinding. Sia-sia dan tidak ada gunanya. 

Sama halnya ketika memikirkan hal-hal secara berlebihan, banyak pertimbangan dan penuh dengan kecemasan. Bisa saja dengan terlalu banyak berpikir yang aneh-aneh, akan makin membuat konsentrasi terpecah sehingga aktivitas yang sebenarnya bisa dilakukan dengan baik akan menjadi berantakan. 

Ini membuktikan bahwa overthinking atau berpikir secara berlebihan membawa dampak yang negatif bagi kualitas hidup, dapat menurunkan tingkat produktivitas, dan juga membuat kesulitan dalam menyelesaikan masalah.

Dalam mengatasi hal tersebut, buku ini memberikan beberapa formula atau tips kepada pembaca bagaimana cara mengatasi overthinking agar tidak mengganggu produktivitas sehari-hari. 

Tipsnya yaitu dengan menulis kesulitan yang sedang dihadapi dan mencari solusinya, menerima hal-hal di luar batas kemampuan, bercerita kepada orang terdekat tentang masalah yang dihadapi, dan istirahat yang cukup. 

“Tips terbaik adalah tetap saja yakin Tuhan sudah siapkan di depan. Kayuh saja sepedamu pelan-pelan, jika lelah silakan rehat lalu lanjutkan.” (Ratna Widia) Hal. 163

Dari kutipan tersebut dapat disimpulkan bahwa cara terbaik dalam mengatasi overthinking yaitu dengan yakin Tuhan telah menyiapkan skenario yang terbaik untuk makhluknya. Yakin jika Tuhan akan memberikan hasil yang indah kelak. Apapun bisa terjadi jika Tuhan telah berkehendak asalkan kita tetap mencoba dan berusaha. 

Buku You Are Overthinking memiliki judul yang menarik dan sampul yang terkesan elegan dan sederhana. Bahasa yang digunakan pada buku ini tergolong mudah dipahami oleh pembaca. Selama membaca buku ini, pembaca juga tidak akan terlalu bosan karena penulis menyuguhkan beberapa permainan yang menarik untuk healing bagi pembaca seperti mengisi kolom rencana untuk masa depan, membuat checklist kondisi diri, dan teka teki silang. Adapun beberapa kutipan dari penulis yang bisa dijadikan prinsip hidup agar tidak mudah overthinking

Buku ini juga memiliki kekurangan yaitu ada beberapa tulisan yang masih salah ketik atau kurang sesuai dengan kaidah penulisan yang benar. Dan juga pada bagian awal hingga pertengahan buku ini membuat pembaca bingung dengan apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh penulis, kisah dalam bagian pertama terkesan campur aduk membuat pembaca membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk memahami isi dari buku ini.  Selain itu, isi buku ini masih disajikan dengan warna hitam putih dan animasi masih tergolong sedikit.

Terlepas dari kelemahan, buku You Are Overthinking patut menjadi rekomendasi bagi remaja atau orang yang memiliki kebiasaan memikirkan hal-hal yang belum tentu akan terjadi. Overthinking bukanlah hal yang sepele, jika terus menerus terjadi kemungkinan dapat meningkatkan risiko gangguan mental. Dengan membaca dan mehamami isi buku ini, pembaca akan mengetahui solusi atau cara yang efektif untuk mengatasi hal tersebut.

 


Nama                                       : Adinda Fadhilla Salsabila
Tempat/Tanggal Lahir            : Kediri, 29 Januari 2003
Alamat tinggal                        : Jalan Soekrano Hatta No. 27, RT/RW 01/01, Desa Kunjang, Kec. Kunjang, Kab. Kediri, Jawa Timur.
Asal                                         : Kediri
Institusi                                   : Universitas Muhammadiyah Malang
Program studi                         : Farmasi

Topik
ratna widiaSegala galanya Ambyar

Berita Lainnya

Berita

Terbaru