Nekat Cuti saat Nataru, ASN Kota Malang Terancam Sanksi

Nov 24, 2021 10:43
ASN Pemkot Malang saat Melakukan Apel Pagi. (Foto: Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
ASN Pemkot Malang saat Melakukan Apel Pagi. (Foto: Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dilarang mengambil jatah cuti saat libur Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru) mendatang. Kebijakan larangan ini sebagai upaya mengantisipasi penyebaran Covid-19 yang mengacu pada aturan Pemerintah Pusat.

"Di sana (aturan Pemerintah Pusat) sudah  ditetapkan, ASN tidak boleh cuti, begitu pula TNI/Polri. Sektor swasta pun diimbau untuk tidak mengambil cuti selama libur Nataru," kata Wali Kota Malang Sutiaji, Rabu (24/11/2021).

Dijelaskan Sutiaji, perihal cuti memang hak bagi ASN. Namun, diimbau untuk tidak mengambil cuti khususnya pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 Nataru se-tanah air pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 mendatang.

Meski sejatinya, ASN diperbolehkan cuti, dengan catatan tidak untuk bepergian kemana-mana atau dengan kata lain diimbau untuk berada di rumah saja.

"PPKM Level 3 itu salah satunya untuk pengendalian arus supaya tidak mudik. Boleh cuti tapi tidak boleh kemana-mana, cukup di rumah masing-masing. Nah dari pada cutinya diambil tapi tidak boleh kemana-mana, ya lebih baik tidak usah ambil cuti," jelasnya.

Bahkan, jika diketahui ASN nekat cuti dan bepergian ke luar kota. Dalam hal ini, sistem pengawasan juga akan dilakukan di masing-masing Perangkat Daerah (OPD). Pelanggaran kebijakan, maka sanksi juga akan mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS.

"Jadi, nanti Kepala Dinas bertanggung jawab pada Kepala Bidang (Kabid) sampai ke bawah. Tugasnya nanti yang ngasih punishment ketika ada yang melanggar ya Kepala Dinasnya masing-masing," terang Sutiaji.

Selain itu, Sutiaji juga menjamin tidak ada penggunaan mobil dinas untuk keperluan pribadi selama penerapan PPKM Level 3 Nataru. Misal memang ditemukan, hal itu merupakan agenda tugas kedinasan yang memang mengharuskan untuk ke luar daerah.

"Saya kira nggak ada, kecuali untuk kerja. Kalau mungkin menemukan mobil berplat N AP kok di luar kota, ya berarti memang ada kegiatan di kota tersebut. Karena kadang-kadang seperti Unit Layanan Pengadaan (ULP) itu mengajak jajarannya untuk mengecek penyediaan," pungkasnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Pusat telah melarang pengambilan jatah cuti di akhir tahun untuk aparatur sipil negara (ASN), TNI-Polri, pegawai BUMN, dan swasta. Larangan cuti di akhir tahun itu menjadi salah satu langkah pemerintah dalam menekan laju mobilitas masyarakat selama liburan Nataru.

Topik
libur natarubondowoso masuk level 3pnpm mandiriKota MalangWali Kota Malang SutiajiBerita MalangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru