Bendum IKA PMII Jatim: Kiai Marzuki Orang yang Berani dan Tegas, NU Butuh Orang Seperti Itu

Nov 23, 2021 21:37
Bendahara Umum IKA-PMII Jawa Timur Firman Syah Ali. (Foto: Istimewa)
Bendahara Umum IKA-PMII Jawa Timur Firman Syah Ali. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Muktamar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ke-34 akan segera digelar dalam waktu dekat ini. Beberapa nama pun muncul ke permukaan dengan dukungan dari beberapa pihak.

Salah satu nama kandidat Calon Ketua Umum PBNU yang terus menguat diusung dari grassroots yakni nama Ketua PWNU Jawa Timur (Jatim) KH Marzuki Mustamar. Beberapa pihak sudah mengharapkan agar sosok Kiai Marzuki dapat menahkodai PBNU untuk periode kedepan.

Salah satu yang mengharapkan sosok Kiai Marzuki menjabat sebagai Ketua Umum PBNU juga muncul dari kalangan Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII). Mulai dari daerah tingkat cabang hingga wilayah.

Salah satunya dari IKA PMII Jatim. Bendahara Umum IKA PMII Jatim Firman Syah Ali mengatakan, sosok Kiai Marzuki yang merupakan alumni PMII merupakan ulama yang yang pemberani, tegas, cerdas dan lugas.

"NU sedang butuh orang-orang seperti itu, biar nggak ditindas terus oleh orang-orang diluar NU," ungkap pria yang akrab disapa Cak Firman kepada JatimTIMES.com, Selasa (23/11/2021).

Selain itu, menurutnya, Kiai Marzuki merupakan sosok figur ulama dan kiai yang ketika mengeluarkan pernyataan tidak pernah menimbulkan kontroversi atau penafsiran yang beragam dari masyarakat.

Cak Firman yang merupakan mantan fungsionaris Pengurus Besar PMII era kepemimpinan Nusron Wahid ini pun menuturkan, terdapat beberapa figur ulama maupun kiai yang terkadang ketika melontarkan pernyataan seringkali menimbulkan kontroversi dan polemik. "Sedangkan yang disampaikan Kiai Marzuki tidak menimbulkan kontroversi, kalau Kiai Marzuki kan jelas, hujjah nya kuat," terang Cak Firman.

Menurutnya, dalam menjalankan roda keorganisasian saat ini, PBNU sudah pada garis jalan yang tepat. Para kandidat calon Ketua Umum PBNU merupakan orang-orang terbaik yang selama ini telah berkontribusi penuh dalam perjuangan NU untuk menuju Indonesia yang harmonis dan moderat.

"Kalau saya pribadi kok berharap Kiai Marzuki itu muncul segera naik ke gelanggang, sekarang kan belum muncul ke gelanggang beliau," kata Cak Firman.

Terlebih lagi, menurutnya jelang perhelatan Muktamar NU ke-34 terjadi polarisasi jam'iyyah antara kubu KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya yang melawan kubu KH Said Aqil Siraj, yang notabene merupakan kandidat Calon Ketua Umum PBNU incumbent.

"Apa tidak sebaiknya muncul satu lagi figur alternatif yang akan memecah ketegangan antar dua kubu ini. Tidak papa lah Ketua PWNU Jatim menjadi Ketua Umum PBNU tidak papa. Dulu Kiai Hasyim Muzadi juga begitu. Dari Ketua PWNU Jatim langsung naik ke Ketua Umum PBNU," jelas Cak Firman.

Sementara itu, sosok Kiai Marzuki juga merupakan organisatoris dan aktivis NU sejati. Mulai dari aktif di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), PMII hingga masuk di tubuh organisasi NU dan saat ini menjabat sebagai Ketua Umum PWNU Jatim.

"Jadi bukan modal nasab mendadak masuk ke kepengurusan, tapi beliau memang sejati berjuang, secara organisatoris di tubuh NU dan ini akan sangat baik bagi perkembangan NU kedepan," terang Cak Firman.

Terakhir pihaknya berharap, tidak ada lagi orang-orang yang bermodalkan nasab kemudian dapat memimpin NU. Karena tantangan bangsa Indonesia kedepan yakni tidak bisa hanya mengandalkan garis nasab untuk menjadi pemimpin.

"Tantangan bangsa ini kedepan tidak akan bisa lagi mengandalkan nasab-nasab, kita ini kedepan adalah kualitas, tapi nasab di NU itu juga penting, tapi nasab yang berkualitas," pungkas Cak Firman.

Topik
dinsos pamekasanKiai Marzuki Mustamarwarung soto di bllitarRais Syuriah PBNUKetum PBNU

Berita Lainnya

Berita

Terbaru