Alumni PMII Kota Malang Dukung KH Marzuki Jadi Ketum PBNU

Nov 23, 2021 21:30
Wakil Ketua 5 IKA-PMII Kota Malang Sudarno. (Foto: Istimewa)
Wakil Ketua 5 IKA-PMII Kota Malang Sudarno. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES- Perhelatan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-34 akan segera digelar. Terdapat beberapa nama kandidat Ketua Umum (ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang bakal meramaikan proses peralihan kepemimpinan di tubuh NU ini. 

Beberapa di antaranya, yakni KH Said Aqil Siraj, dan KH Marzuki Mustamar yang juga alumni organisasi mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Dengan munculnya beberapa nama alumni PMII yang bakal meramaikan proses Muktamar NU ke-34, hal ini pun membuat pengurus dari Ikatan Alumni PMII (IKA-PMII) Kota Malang bersuara. 

Wakil Ketua 5 IKA PMII Kota Malang Sudarno mengatakan pihaknya memberikan dukungan terhadap Kiai Marzuki dengan berbagai pertimbangan dan ketokohan yang dimiliki. Pihaknya mendukung Kiai Marzuki untuk ambil bagian dalam proses pergantian kepemimpinan di tubuh NU ini. 

"Saya sangat mensupport sekali apabila Kiai Marzuki berkenan untuk ikut meramaikan dan ikut terlibat dalam suksesi peralihan kepemimpinan di NU," ungkap pria yang akrab disapa Darno kepada JatimTIMES.com, Selasa (23/11/2021). 

Menurutnya, terdapat beberapa hal yang membuat Kiai Marzuki pantas menahkodai PBNU ke depan. Salah satunya terkait garis keorganisasian Kiai Marzuki yang selalu di jalur NU telah teruji dalam menggerakkan roda keorganisasian NU untuk lebih baik lagi. "Beliau (Kiai Marzuki, Red) juga mantan Ketua NU Kota Malang, beliau juga mendapat amanah menjadi Ketua Tanfidz PWNU Jatim," ujar Darno. 

Selain itu, pada masa kepemimpinan Kiai Marzuki, roda keroganisasian PWNU Jatim terus berkembang dengan baik. Salah satu inovasi yang menurutnya menarik adalah terdapat salah satu badan otonom di PWNU Jatim yang mengurusi perihal kemaritiman. "Artinya secara visi makro global Kiai Marzuki ini mampu memotret bahwasannya ada potensi kemaritiman yang ada di Jatim yang perlu untuk dikembangkan," terang Darno. 

Sehingga, apabila sosok Kiai Marzuki Mustamar mendapatkan amanah untuk memimpin PBNU ke depan, menurut Darno visi yang pernah dilakukan di PWNU Jatim, setidaknya juga akan diterapkan ke ranah yang lebih luas di lingkup PBNU. "Untuk digerakkan secara masif, sistemik dan terstruktur," kata Darno yang dulunya sempat menjadi Pengurus Cabang PMII Kota Malang. 

Sementara itu, terkait keputusan secara kelembagaan IKA-PMII Kota Malang, Darno mengatakan bahwa masih belum terdapat pernyataan dukungan resmi kepada Kiai Marzuki. 

Namun, dalam pembicaraan di jajaran kepengurusan secara non-formal membahas terkait beberapa kandidat Ketua Umum PBNU yang muncul. Banyak kader-kader NU yang berada gagasan dalam mengembangkan NU dan Keindonesiaan. Di mana hal ini untuk meningkatkan derajat kesejahteraan warga NU dan Indonesia. 

"Indikator kita sederhana saja sih, bagaimana jam'iyyah NU ini dapat tertata dengan baik, mampu untuk ambil bagian dalam menggerakkan kemajuan berbangsa dan bernegara," ujar Darno.  

"Kecakapan ini tentunya harus memiliki manajemen yang baik pula dan ini juga harus diuji bagaimana beliau ini berorganisasi di NU saat ini," pungkas Darno. 

Topik
dinsos pamekasansudarnotim saber judiPBNUKetua PBNU

Berita Lainnya

Berita

Terbaru