Korban Terdampak Banjir Bandang Kota Batu Dapat Hunian Baru

Nov 22, 2021 20:16
Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso bersama Kasrem 083/Bdj, Letkol Inf A Juni Toa, dan Camat Bumiaji Bambang Hari Suliyan meninjau rumah Rianto di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Senin (22/11/2021). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso bersama Kasrem 083/Bdj, Letkol Inf A Juni Toa, dan Camat Bumiaji Bambang Hari Suliyan meninjau rumah Rianto di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Senin (22/11/2021). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso bersama Kasrem 083/Bdj, Letkol Inf A Juni Toa, dan Camat Bumiaji Bambang Hari Suliyan hadir di tengah-tengah pembangunan rumah Rianto, warga terdampak banjir bandang 4 November 2021 lalu.

Pemandangan itu terlihat pada Senin (22/11/2021) siang yang cerah. Sejumlah relawan dari berbagai daerah bergotongroyong membangun rumah Rianto dengan semangat di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji. Sambil menyaksikan para relawan yang membangun rumah itu, ada Rianto yang berhenti sejenak mendirikan rumahnya untuk menghampiri kedatangan Punjul.

Sambil berdiri di depan tanah Rianto, Punjul mendengarkan kisah Rianto saat terjadi banjir bandang saat itu. Kala itu Rianto sedang merumput, dari kejauhan melihat langsung banjir bandang yang akan menghancurkan rumahnya.

Seketika rumput yang dibawa itu langsung dibuang, sambil lari secepat mungkin untuk membawa kabar kepada keluarga yang tengah berada di rumah. Untungnya Rianto cukup waktu untuk menyelamatkan keluarganya dari bencana alam tersebut.

“Tahu ada banjir bandang, rumput yang bawa itu dibuang untuk segera pulang memberitahu ke keluarga, tapi rumahnya tidak terselamatkan,” cerita Punjul. Rumah yang saat ini dibangun itu adalah lahan milik pribadi Rianto.

Rianto pun memilih untuk mengikhlaskan rumah dan tanahnya yang telah hancur. Rianto memilih untuk membangun kembali rumahnya atau membuat hunian baru di atas lahan seluas 800 meter.

“Rianto sudah tidak ingin tinggal di rumah yang sudah hilang hanyut,” tambah Punjul.

Saat ini, Rianto membangun kembali huniannya di atas lahan miliknya sendiri. Rumah baru itu dibangun di daerah yang cukup tinggi dan jauh dari aliran sungai. Selain itu juga berdekatan dengan masjid dan fasilitas umum yang memadai. Pemerintah Kota Batu pun memberikan bantuan dalam proses pembangunan itu.Mulai dari pasir yang terlihat menjulang tinggi, bata merah, kayu, besi, dan sebagainya. 

Punjul menjelaskan, ada 8 kartu keluarga (kk) korban banjir yang rumahnya hancur. Namun lima orang mendirikan kembali rumahnya di atas lahan yang mereka miliki di lokasi jauh dari area banjir bandang.

“Pemerintah membantu sepenuhnya pembangunannya tanah punya beliau. Kemudian kita punya standar warga terdampak, dibangunkan rumah tipe 36,” terang Punjul.

Sementara itu, Rianto menambahkan, hunian baru yang dibangun itu tipe 36 atau seluas 6×6 meter. Keputusannya tidak lagi membangun rumah di lahan sebelumnya lantaran trauma, sekaligus mengikuti anjuran dari Pemkot Batu.

“Trauma, ada rasa takut kalau dibangun di dekat sungai. Jadi saya putuskan untuk membangun di lahan saya sendiri ini di atas,” ungkap Rianto.

Rianto pun berterima kasih kepada bantuan yang telah diberikan kepada Pemkot Batu juga donatur yang sudah memberikan bantuan. Sehingga kini Rianto bersama keluarga bisa hidup tenang lag.

Topik
banjir bandangKota BatuPunjul Santosobanjir bandan kota batuberita kota batuBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru