Lewat Festival Mbois, Diskopindag Kota Malang Buat UMKM Lebih Survive

Nov 22, 2021 20:18
Kadiskopindag Kota Malang, Muhammad Sailendra saat sambutan secara virtual (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)
Kadiskopindag Kota Malang, Muhammad Sailendra saat sambutan secara virtual (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang melalui Festival Mbois 6 2021 terus berupaya untuk meningkatkan penjualan produk UMKM melalui market place. Hal itu dilakukan agar UMKM tetap eksis meski pandemi Covid-19 belum usai.

Kepala Diskopindag Kota Malang Muhammad Sailendra mengatakan bahwa untuk saat ini pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) dan UMKM sudah  diberikan masukan terkait dengan produk yang dijualnya. Hal itu agar mereka dapat memasarkan produk dengan maksimal, baik secara offline ataupun online.

“Kami sudah berikan pelatihan, peningkatan SDM, akses permodalan dan pemasaran. Juga kami ajak ke arah lebih konkrit lagi yaitu transaksi penjualan secara online melalui Tokopedia,” ujar Sailendra usai pembukaan Festival Mbois 6, Senin (22/11/2021) di Indigo Space.

Dalam hal ini, Sailendra sangat bangga karena dapat bekerja sama dengan salah satu market place yakni Tokopedia. Hal itupun diklaim menjadi satu-satunya program yang dilakukan pemerintah daerah di Indonesia.

“Buktinya, baru kami lakukan kurang dari satu jam, produk-produk UMKM dari Kota Malang itu sangat diminati, maksudnya terjual,” ungkap Sailendra.

Disinggung mengenai bagaimana dukungan Diskopindag Kota Malang ditengah pandemi ini kepada UMKM, Sailendra mengaku bahwa terkait promo pemasaran terus diajarkan.

“Ya selain peningkatan kapasitas SDM yang sudah disampaikan ibu ketua Dekranasda, pengaksesan masalah kredit terus promo-promo pemasaran dan sekarang ini langsung transaksi onlinenya seperti apa, itu yang kami lakukan,” terang Sailendra.

“Sehingga harapannya dimasa pandemi ini produk UKM atau industri kreatif tetap berjalan,” imbuh Sailendra.

Kadiskopindag Kota Malang, Muhammad Sailendra (baju ASN) berfoto bersama para jawara di bidang game (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

Sementara itu, Koordinator Malang Creative Fusion (MCF) Vicky Arief mengaku bahwa tahun ke-6 penyelenggaraan Festival Mbois berbeda. Hal itu karena di situasi pandemi covid-19 saat ini pihaknya dituntut dapat menggelar kegiatan dengan adanya pembatasan, hingga akhirnya menggunakan konsep Hybrid.

“Tentunya Hybrid event ini menjadi tantangan yang berbeda, karena vibe-nya kita tidak bisa ketemu ada banyak yang harus menonton lewat YouTube. Tapi ini tidak menyurutkan semangat teman-teman,” kata Vicky.

Menurut Vicky, isu yang menarik ditahun ini adalah pemulihan ekonomi nasional. Salah satunya adalah Malang pulih melalui suatu kegiatan yaitu live shopping.

“Harapannya bagaimana UMKM itu tidak dirumitkan dengan bagaimana mereka menjual produk, tapi dibantu banyak influencer dari temen-temen media dan banyak lagi dengan live shopping,” harap Vicky.

Topik
Diskopindag Kota Malangklenteng poo an kionhProduk UMKM Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru