Relokasi Terancam Molor, Pembangunan Kios Semi Permanen di Stadion Brantas Baru 60 Persen

Nov 22, 2021 20:10
Bangunan kios semi permanen sudah berdiri di Stadion Brantas. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Bangunan kios semi permanen sudah berdiri di Stadion Brantas. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Proses pembangunan tempat relokasi bagi pedagang Pasar Besar Kota Batu hingga saat ini progresnya tercatat masih 60 persen. Capaian tersebut secara langsung akan membuat relokasi para pedagang terancam molor.

Seharusnya, pembangunan tempat relokasi itu harus selesai pada Rabu (24/11/2021). Sayangnya hingga saat ini pengerjaan kios seluas 2x2 meter belum terselesaikan. Karena itu pihak ketiga pun terus mengebut pengerjaan kios.

Spesifikasi kios 1.136 semi permanen ini menggunakan atap asbes dan dinding spandek. Lalu bedak juga terbuat dari galvalum. Sehingga tidak ada triplek seperti umumnya. Dengan anggaran yang dikeluarkan Rp 6 miliar.

“Saya sudah menegaskan kepada pihak rekanan ini supaya bisa cepat selesai. Sampai saat ini prosesnya yang kita terima masih 60 persen,” ucap Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Batu, Eko Suhartono.

Karena itu jika semula jadwal relokasi para pedagang dijadwalkan sudah bisa pindah pada minggu ketiga dan keempat November 2021. Terpaksa menunggu hingga proses pembangunan selesai.

Progres pembangunan kios relokasi itu tidak sesuai jadwal karena ada beberapa faktor. Yakni, bahan material dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dirasa kurang. Meski demikian, pihak rekanan tidak menambah SDM. Apalagi lelang aset bangunan pasar besar sudah dilakukan dan ditentukan pemenangnya pada Senin (21/11/2021). Kemudian pemenang lelang diberi waktu hingga 30 November. 

“Jika sudah ditentukan pemenangnya, pemenang bisa langsung memulai pemerataan aset,” terang Eko.

Sementara itu, nantinya pedagang selain bebas dari biaya sewa, pedagang juga tidak perlu membayar biaya listrik hingga air. Karena semua sudah ditanggung oleh Pemkot Batu. Sehingga para pedagang hanya tinggal menempati bedak relokasi.

Berbagai fasilitas yang bakal disiapkan, di antaranya Mandi, Cuci, Kakus (MCK) sebanyak 16 unit, listrik dan air bersih. Seluruhnya biaya ditanggung oleh Pemkot Batu. Kemudian lahan area parkir juga sudah disiapkan, yakni di kawaan Stadion Timur, samping GOR Gajah Mada, terusan Jalan M. Sahar, dan area parkir akses masuk Jatim Park 1 serta Jalan Sultan Agung.

Sementara untuk revitalisasi Pasar Besar Kota Batu akan menggunakan anggaran secara multi years. Pada akhir 2021 ini sudah dilakukan pengerjaan fisik dengan anggaran Rp 19 miliar. Namun pengerjaan fisiknya lebih banyak pada 2022 mendatang. Dengan menggunakan dana APBN sebesar Rp 200 miliar.

Topik
Relokasi pedagangPedagang Pasar Besar Kota Batuvaksin door to door

Berita Lainnya

Berita

Terbaru