Baru Menikah, Pemuda ini Nekat Loncat dari Jembatan dan Begini Akhirnya

Nov 22, 2021 19:51
Lokasi jembatan yang digunakan EM (24) mengakhiri hidupnya (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)
Lokasi jembatan yang digunakan EM (24) mengakhiri hidupnya (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Seorang pemuda asal Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang nekat loncat dari jembatan yang memiliki tinggi kurang lebih 100 meter. Diduga pemuda itu nekat loncat akibat depresi karena baru saja menikah namun tak memiliki pekerjaan.

Warga Dusun Karangjambe, Desa Jambearjo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Senin (22/11/2021) pagi sekitar pukul 05.00 digegerkan dengan adanya orang yang nekat loncat dari jembatan.

Jembatan yang bernama Jembatan Tol Sukoarjo itu merupakan penghubung antar desa Jambearjo dan Desa Kasembon.

Menurut warga setempat yang mengaku bernama Abdul Kodir, ketika selesai salat subuh, ia mendengar ada orang yang berteriak minta tolong. Karena dekat dengan rumahnya, ia bergegas keluar rumah.

“Jadi setelah saya salat Subuh itu, saya langsung keluar begitu dengar (ada orang teriak),” kata Kodir kepada JatimTIMES.

Ketika sudah sampai di jembatan, ia melihat ada seorang yang melihat ke arah bawah jembatan. Kodir sudah mengira bahwa ada orang yang terjatuh. “Saya kan awalnya tidak tahu itu kenapa,” ucap Kodir.

Begitu tahu ada orang terjatuh, Kodir yang dibantu tiga orang lainnya langsung turun ke bawah untuk mencari korban. Dan setelah dicari, ditemukan seorang laki-laki yang sudah mengalami luka di bagian kepala dan tangan.

“Saya turun sama tiga orang lagi, saya bawa naik itu. Lemas dia, tapi masih hidup,” kata Kodir.

Begitu sampai di atas, Kodir pun sempat memberikan minum kepada korban. “Saya beri minum itu masih sadar dia, masih hidup lah,” ujar Kodir.

Menurut Kodir, pria yang loncat dari jembatan itu diduga kesurupan. Hal itu karena ketika menolong untuk dibawa naik, pria berinisial EM (24) itu selalu menyebut istrinya.

“Kayaknya kesurupan itu mas, karena ketika saya tolong itu, dia selalu ingat istrinya dan cepat-cepat minta pulang,” ungkap Kodir.

Jembatan Tol Sukoarjo dari sisi Desa Kasembon (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Tajinan AKP Supriyadi melalui Kanit Reskrim Ipda Suyanto membenarkan bahwa ada seorang yang loncat dari jembatan. Namun korban sudah meninggal dunia dan telah dimakamkan oleh keluarganya.

“Benar mas, tapi sudah dimakamkan sama keluarganya. Meninggalnya di rumah sakit,” kata Suyanto saat dijumpai di Mapolsek Tajinan.

Suyanto pun menuturkan bahwa kabar di medsos bahwa EM yang loncat karena kesurupan adalah kabar kurang tepat. Sebab, pihaknya sudah mengkonfirmasi keluarganya bahwa korban seperti memiliki beban sehingga nekat melakukan hal tersebut.

“Kalau kabar di medsos atau info dari warga sekitar jembatan itu ya gimana ya. Tapi yang jelas, korban ini seperti memiliki beban yang banyak sehingga nekat bunuh diri dengan cara loncat dari jembatan,” ungkap Suyanto.

Disinggung bagaimana beban yang ditanggung seorang pria 24 tahun itu, Suyanto menjelaskan bahwa sejak berhenti bekerja di salah satu pabrik triplek di Kecamatan Bululawang, EM kemudian menikah. Diduga, EM merasa tidak bisa untuk menafkahi istrinya.

“Padahal keluarganya bilang tidak apa-apa, karena sudah punya rumah. Kan orang tuanya sudah meninggal, nah keluarganya ini bilang kalau rumah tangga rejeki pasti ada,” terang Suyanto.

“Tapi karena mungkin korban ini merasa memiliki beban tinggi, akhirnya nekat itu. Padahal waktu itu dia diantar kakaknya untuk menemui istrinya, tapi waktu lewat jembatan kemudian loncat,” pungkas Suyanto.

Topik
RSUD Ngimbangbanjir di kepanjenKabupaten MalangBerita MalangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru