Dugaan Kasus Pencabulan dan Kekerasan Anak di Bawah Umur, Polisi Mulai Periksa Korban

Nov 22, 2021 19:43
Korban bersama keluarga saat saat memasuki area Satreskrim Polresta Malamg Kota, Senin (22/11/2021) sore. (Foto: Istimewa)
Korban bersama keluarga saat saat memasuki area Satreskrim Polresta Malamg Kota, Senin (22/11/2021) sore. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Jajaran Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Malang Kota mulai melakukan penyelidikan atas dugaan kasus pencabulan dan kekerasan terhadap anak di bawah umur. 

Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto mengatakan, pada hari ini Senin (22/11/2021) pihaknya mulai melakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap korban dan saksi-saksi. Pemeriksaan tersebut mengenai dugaan kasus pencabulan dan kekerasan yang menimpa Mawar (bukan nama sebenarnya) pada hari Kamis (18/11/2021) lalu. 

"Ini masih kita dalami, masih kita segerakan menjadi atensi, kita panggil hari ini korban dan saksi-saksi, dari video kan sudah terlihat beberapa orang yang melakukan sudah jelas tersangkanya," ungkap perwira polisi yang akrab disapa Buher kepada JatimTIMES.com, Senin (22/11/2021). 

Selain melihat dari alat bukti berupa video, pihaknya juga akan mendalami hasil visum korban mengenai luka-luka pada tubuh korban. "Kami harus mendalami terhadap visum, apakah ada kekerasan kepada korban baik itu benda keras dan lain-lain," imbuh Buher. 

Terkait jumlah saksi yang dihadirkan dalam proses penyelidikan dugaan kasus pencabulan dan kekerasan ini, pihak Polresta Malang Kota akan menghadirkan sebanyak-banyaknya. "Namanya saksi dalam suatu tindak pidana sesuai dengan 184 KUHAP itu dua saksi itu merupakan suatu nilai," kata Buher. 

Selain itu, pihaknya juga melibatkan tim forensik psikolog. Hal itu untuk menilai dan menganalisis kondisi psikis anak. Di mana Mawar yang menjadi korban pencabulan dan kekerasan tersebut masih berusia 13 tahun atau kelas 6 sekolah dasar. 

Maka dari itu, pihaknya masih butuh proses untuk memperkuat alat bukti dalam tahap proses penyelidikan dugaan kasus pencabulan dan kekerasan ini. Terlebih lagi dalam kasus ini harus ada pendekatan dan pendampingan khusus terhadap korban yang masih di bawah umur. Baik dari pihak keluarga maupun psikolog. 

"Sehingga yang bersangkutan tidak semakin trauma saat proses pemeriksaan," tutur Buher.

Lebih lanjut, jika dalam proses penyelidikan ditemukan para pelaku yang masih di bawah umur, Buher mengatakan para pelaku akan tetap berhadapan dengan proses hukum berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

Pihaknya mengimbau kepada seluruh anak-anak dan orang tua harus bijak dalam melakukan sesuatu. Sudah harus mulai mengetahui dampak dari yang dilakukan nantinya seperti apa.

Lalu, jangan mudah terprovokasi untuk melakukan tindakan-tindakan menyalahi aturan. Baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan sekitar tempat tinggal. Kemudian yang terakhir bagi para korban jika mengalami pencabulan maupun kekerasan atau perundungan harap segera melapor kepada pihak yang berwajib.

"Kita akan berikan perlindungan hukum kepada korban termasuk keluarganya, termasuk dalam proses cepat terhadap penanganan perkara ini, sehingga ini tidak terjadi di beberapa sekolah ataupun tempat-tempat lain," ungkap Buher.

"Ini sangat menciderai proses pendidikan yang ada di wilayah Kota Malang," imbuh Buher.

Sementara itu, Ketua Tim Kuasa Hukum korban Leo A Permana mengatakan, pihaknya juga sudah sempat berkoordinasi dengan jajaran Unit PPA Polresta Malang Kota. Koordinasi itu untuk menanyakan terkait disposisi penyidik dan penyidik pembantu yang menangani kasus ini.

Hingga petang ini pihaknya masih mendampingi korban yang sedang diperiksa di Polresta Malang Kota. "Kita berterima kasih kepada rekan-rekan Polresta yang cepat dan tanggap dalam menghadapi laporan ini dan juga Ibu Kanit yang bantu biaya visum kemarin," pungkas Leo. 

Topik
Kasus PencabulanPolresta Malang KotaKota Malangberita penipuan onlineBerita MalangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru