Festival Mbois 6 2021 Sukses Digelar, Ekraf Jadi Denyut Nadi Kota Malang

Nov 22, 2021 19:27
Suasana Festival Mbois 6 yang digelar secara hybrid (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)
Suasana Festival Mbois 6 yang digelar secara hybrid (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Grand Show Festival Mbois 6 yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) dengan Malang Creative Fusion (MCF) dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Malang sukses digelar di Indigo Space Malang, Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Kota Malang, Senin (22/11/2021).

Wali Kota Malang Sutiaji yang diwakili Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang Dwi Rahayu dalam sambutannya berharap Festival Mbois 6 dapat mendorong pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) semakin dinamis dalam menjalankan kreasinya. Hal itu untuk menjawab tantangan perkembangan ekonomi di Indonesia setelah diterpa pandemi Covid-19 sejak 2020 lalu.

“Ekonomi kreatif sebagai denyut nadi Kota Malang. Terlebih Malang memiliki industri kreatif berkelas dunia di era digital saat ini,” kata Dwi Rahayu.

Ketua Dekranasda Kota Malang, Widayati (kiri) saat menunjukkan salah satu produk UMKM (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Malang Widayati pada Creative Talk mengaku kagum dengan karya yang diciptakan pelaku Ekraf. Hal itu juga dilihat dari karya pelaku Ekraf yang terpampang pada halaman Indigo Space.

“Sumber daya manusia Ekraf di Kota Malang ini luar biasa. InsyaAllah kita mampu untuk mengoptimalkan bahkan hingga diakui di dunia. Seperti contoh karya kriya aksesoris, tas hingga fashion,” kata Widayati.

Bahkan, kreasi yang out of the box sangat dikagumi oleh Widayati. Sebab, dalam hal ini akan ada nilai tersendiri di pasar jika terdapat kreasi yang berbeda dengan lainnya. Salah satu contoh yang disebut yakni produk yang tercipta dari bahan dasar daur ulang seperti tas berhias sumbu kompor, dan kalung yang terbuat dari bekas kaleng.

“Kreativitas tanpa batas seperti ini yang menghadirkan nilai tambah ekonomi berlipat dari produk-produk kebanggaan Kota Malang,” ungkap Widayati.

Produk UMKM yang ditunjukkan oleh Ketua Dekranasda Kota Malang, Widayati (dua dari kiri) (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

Di sisi lain, Kadiskopindag Kota Malang Muhammad Sailendra mengatakan, dalam Grand Show Festival Mbois 6 tahun 2021 ini pihaknya sangat bangga. Sebab, hasil karya UMKM di Kota Malang dapat terjual melalui market place senilai Rp 15 juta.

“Alhamdulillah hasil penjualan Live Shopping kreasi UMKM Kota Malang sudah terjual senilai Rp 15 juta. Hanya dalam waktu satu setengah jam,” ucap Sailendra bangga.

“Festival Mbois menjadi sebuah pernyataan, bahwa kita bangsa yang besar dan kaya,” imbuh Sailendra menegaskan.

Dijelaskan Sailendra, Festival Mbois 6 sendiri tahun ini mengangkat simbol topeng Gunung Sari dari lakon Panji Malangan yang digabungkan dengan VR Glass sebagai simbol paduan budaya dan teknologi. Sementara Gunung Sari merupakan salah satu tokoh kesatria Jawa yang patut dijadikan panutan.

“Acara ini mengeksplorasi filosofi tersebut dalam wujud kolaborasi kekayaan kreatif Malang dan Indonesia untuk mewujudkan Indonesia Maju,” tutup Sailendra.

Sebagai informasi, Festival Mbois terdiri dari sejumlah rangkaian kegiatan, mulai dari Creative Talk, Malang Mbois Pillow Festival 2021, Mbois Live Shopping, dan Mbois Playlist. Semuanya digelar untuk mewadahi peran dan apresiasi bagi insan kreatif dari 17 subsektor ekonomi kreatif di Kota Malang.

Topik
klenteng poo an kionhDiskopindag Kota MalangMalang Creative FusionDekranasda kota Malangbantuan ambulance

Berita Lainnya

Berita

Terbaru