Kala Anggota DPR 'Ngadu' ke KSAD Dudung gegara Dimaki Perempuan di Bandara, Begini Kronologinya

Nov 22, 2021 16:02
Arteria Dahlan (Foto: IST)
Arteria Dahlan (Foto: IST)

JATIMTIMES - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Arteria Dahlan meminta kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman untuk bertindak tegas merespons dugaan perlakuan buruk yang diterimanya dari seorang wanita yang mengaku 'keluarga jenderal bintang tiga'.

Permintaan tersebut disampaikan Arteria usai ia bersama sang ibu dimaki-maki oleh seorang wanita yang mengaku 'keluarga jenderal bintang tiga' di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (21/11/2021) malam.

Menurut Arteria, keluarga maupun istri seorang jenderal seharusnya tidak bersikap seperti itu dan bisa memperlihatkan karakter TNI AD. "Pak KSAD, Pak Dudung, saya minta ini benar-benar ditindak tegas," kata Arteria. 

"Ini istrinya bukan istrinya perwira, istrinya jenderal, harusnya bisa memperlihatkan watak karakter TNI AD di muka publik, bukan sebaliknya menjual siapa pun. Tadi jual jenderal bintang tiga. Kemudian saya dibisikin ini istrinya jenderal bintang satu," imbuh Arteria.

Ia juga meminta Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI untuk segera bertindak tegas. Menurut Arteria, wanita tersebut tidak memiliki sensitivitas publik sejak di dalam pesawat saat pesawat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta.

"Saya pikir tidak ada sensitivitasnya, baik kepada publik maupun kepada orang tua. Pesawat belum turun saja sudah omong 'mana protokol, mana protokol'. Pesawatnya baru landing, baru dibuka pintunya," ungkap Arteria.

Meski begitu, Arteria tidak mau menyebutkan jenderal bintang tiga yang dimaksud wanita yang memakinya secara terbuka. Ia hanya menyebutkan nama jenderal TNI disebutkan oleh wanita itu dan pernah menangkap dirinya saat masih menjadi aktivis di masa lalu.

"Ganti-ganti, yang bintang tiga ia mengaku sebagai anak. Saya cek bintang tiganya siapa, ternyata yang nangkepin kita waktu dulu kalau nama yang dia sebut," kata Arteria.

Peristiwa yang dialami Arteria itu diketahui melalui unggahan Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Partai NasDem Ahmad Sahroni di akun Instagram miliknya, @ahmadsahroni88. 

Sahroni menyebut, wanita yang memaki ibunda Arteria Dahlan itu mengendarai mobil dinas TNI berwarna hijau. Ia lantas meminta pihak TNI untuk mencari tahu identitas wanita tersebut.

"Sahabat sayaa Arteria dahlan @arteriadahlan baru Kejadian di bandara seperti terlihat di video...Dan si perempuan memaki maki org tua sahabat saya , bagaimana menurut Kalian ?? Pantas kah Wanita yg di video seperti itu kepada seorang Ibu kita ?? Wahit tersebut pake Mobil dinas TNI warna Hijau... Apakah benar wanitu itu istri dr seorang Pejabat TNI AD ?? Sy posting ini agar bermanfaat buat pra wanita yg ga pantas memaki org tua kaya di video tersebut.. Sombong kali...," kata Sahroni.

"@puspentni tolong dicari pak mobil dinas tersebut agar diberi pelajaran yang sopan sama ibu kita," sambung Sahroni. 

Kronologi kejadian

Arteria menceritakan, peristiwa itu berawal dari dalam pesawat, saat pesawat yang mengantarkan dirinya dan keluarga serta perempuan itu dari Bali dan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Menurut Arteria, dirinya yang menaiki pesawat bersama ibundanya dan stafnya dianggap menghalangi jalan saat perempuan itu hendak turun dari dalam pesawat.

Padahal, kata Arteria, pesawat baru mendarat dan pintu belum terbuka ketika itu. "Pesawat belum turun sudah omong mana protokol, mana protokol. Pesawatnya baru landing nih belum dibuka pintunya. Orang yang di bisnis class saja yang mempersilakan membuka barang saya," kata Arteria.

Tak sampai di situ. Arteria melanjutkan, perempuan itu menilai dirinya membawa barang terlalu banyak. Padahal,  barang yang dibawa Arteria ke dalam pesawat hanya sebanyak dua koper.

"Saya kan tiga orang, saya, tenaga ahli, sama ibu orang tua saya. Kami punya fua koper. Yang satu peralatan punggungnya ibu. Yang satu kamera. Apa yang banyak?" ujar Arteria.

"Kalau banyak itu nanti pasti orang pesawat bilang gak boleh naik. Jadi, memang sudah kelewatan ini," imbuh Arteria. 

Atas dasar itulah, Arteria meminta Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman dan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI bertindak tegas merespons dugaan perlakuan buruk yang diterimanya.

Topik
Arteria DahlanAnggota DPR RIBandara Soekarno HattaNarkoba di Gresik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru