Galakkan One Day One News, Jatim Times Beri Pelatihan Jurnalistik di Fakultas Syariah UIN Malang

Nov 22, 2021 14:34
Pelatihan Jurnalistik di Fakultas Syariah UIN Malang menghadirkan Nur Layla Ratri SPd  jurnalis MalangTIMES.com (JatimTIMES group) (dua dari kanan)(doc MalangTIMES)
Pelatihan Jurnalistik di Fakultas Syariah UIN Malang menghadirkan Nur Layla Ratri SPd  jurnalis MalangTIMES.com (JatimTIMES group) (dua dari kanan)(doc MalangTIMES)

JATIMTIMES - Mahasiswa Fakuktas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang mendapatkan pengetahuan baru di luar disipilin ilmu yang ditekuninya. Hal itu mereka dapatkan dari mengikuti pelatihan jurnalistik yang mengundang Malang Times (Jatim Times Group), Senin 22 November 2021.

Pelatihan jurnalistik itu digelar merespons kebijakan program one day one news (satu hari saru berita) yang dicanangkan rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang.

 Fakultas Syariah mengadakan pelatihan jurnalistik dengan menghadirkan Nur Layla Ratri SPd,  jurnalis Malang Times.  Pelatihan itu diberikan terhadap para mahasiswa yang merupakan kandidat atau calon penulis website di Fakultas Syariah UIN Maliki Malang.

"Pak Rektor memberikan amanah kepada fakultas soal one day one news, satu hari ada satu berita. Karena itu, kegiatan ini (pelatihan jurnalistik) mengader mahasiswa untuk mengisi website," jelas Dekan Fakultas Syariah UIN Maliki Malang Dr Sudirman MA.

1

Lebih lanjut dijelaskan, kegiatan di Fakultas Syariah cukup banyak. Bahkan setiap hari  bisa sampai tiga kegiatan yang itu bisa menjadi sebuah nilai informasi yang bermanfaat untuk diangkat menjadi sebuah berita.

Karena itulah, pihaknya mendukung adanya kegiatan pelatihan jurnalistik karena menjadi kebutuhan. Tata laksana penulisan sebuah informasi, khususnya di lingkungan perguruan tinggi, saat ini menjadi penting dan dibutuhkan seiring perkembangan informasi secara digital.

Menurut Sudirman,   struktur penulisan yang sesuai dengan kaidah, seperti halnya kaidah jurnalistik, tentunya akan mampu untuk mencapai gol dalam maksud penginformasian sebuah kejadian atau kegiatan. "Saya sangat mendukung  Apalagi nanti juga ada penyeleksian mahasiswa per prodi untuk memberitakan kegiatan di prodinya," ucap Sudirman.

Dengan pelatihan yang menghadirkan narasumber berkompeten dari Jatim Times dan juga salah satu media lokal ini, diharapkan muncul sosok jurnalis kampus yang bisa mengolah dan menyajikan sebuah informasi di unitnya secara baik.

Sementara itu, dalam pelatihan yang diikuti 24 peserta ini, Nur Layla Ratri dalam pemaparan materinya menyampaikan perihal materi dasar jurnalistik. Materi yang diberikan mulai dari teknik penggalian data maupun informasi dalam sebuah berita, seperti observasi, wawancara, riset data, reportase online hingga jenis-jenis berita.

2

Dalam penulisan sebuah berita, dimulai dari observasi. Tahap ini bisa dilakukan dengan beberapa hal. Antara lain pantauan wartawan di lapangan; bersifat langsung; laporan pandangan mata atau pengamatan dengan panca indera secara mendalam; realita kejadian sebuah peristiwa; dan mendeskripsikan aktivitas yang sedang berlangsung.

Tahapan pengumpulan informasi bisa dilakukan dengan langsung mewawancarai narasumber maupun tokoh berkompeten yang berkaitan dengan materi yang akan diangkat. Menggali informasi melalui narasumber juga bisa dilakukan dengan pengumpulan pendapat umum; wawancara mendadak; wawancara tokoh; wawancara via telepon. 

Wawancara juga bisa dilakukan secara tertulis; wawancara kelompok; wawancara pers/konferensi pers, dan bisa juga wawancara WhatsApp.

4

Termasuk juga riset data yang bisa kian memantapkan kualitas sebuah berita. Hal tersebut bisa berasal dari studi literatur; pengumpulan fakta dari arsip atau dokumen yang ini menjadi background informasi dan modal awal reporter dalam menggali informasi terhadap berita yang akan disajikan.

Kemudian, sebuah berita juga harus dipahami dan dipertimbangkan nilai yang terkandung di dalamnya. Baik itu dampak, pengaruh, konflik hingga apakah sebuah berita bisa menjadi tren atau viral.

Topik
UIN Maliki MalangM. Zein Al HadadPelatihan JurnalistikJatim Times

Berita Lainnya

Berita

Terbaru