Sukses Digelar Dengan Prokes Ketat, Festival Desa Sengguruh Jadi Percontohan di Jatim

Nov 21, 2021 13:07
Penyerahan panji oleh Sekda Kabupaten Malang Wahyu Hidayat dengan Kepala Desa Sengguruh Jamburi dalam rangkaian acara Festival Desa Sengguruh.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Penyerahan panji oleh Sekda Kabupaten Malang Wahyu Hidayat dengan Kepala Desa Sengguruh Jamburi dalam rangkaian acara Festival Desa Sengguruh.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Festival Desa Sengguruh bakal menjadi percontohan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur. Terutama untuk gelaran serupa yang dilakukan di masa pandemi Covid-19, dengan segala pembatasan yang diberlakukan selama masa PPKM. 

Festival yang digelar sejak Jumat (19/11/2021) hingga Sabtu (20/11/2021) tersebut dinilai berhasil digelar. Karena dalam pelaksanaanya, semua yang hadir bisa menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Kemudian berkaca pada event yang digelar tahun sebelumnya, tidak ada klaster yang muncul setelah event digelar. 

Ada serangkaian acara yang masuk di dalam festival tersebut. Beberapa diantaranya ritual budaya berupa penyerahan jolen, pertunjukan seni tari, sarasehan membedah sejarah Desa Sengguruh dan ditutup dengan Pengukuhan Ki Ageng Desa Sengguruh. 

"Resminya berjalan tiga hari. Hari pertama ada pengumpulan budayawan yang ada di Desa Sengguruh, hari kedua bedah sejarah desa dan yang terakhir ritual arak jolen dari masing-masing RW yang kita bawa ke satu titik di RTH (Ruang Terbuka Hijau) Desa Sengguruh," ujar Kepala Desa Sengguruh, Jambury. 

Dalam hal ini, DPMD Provinsi Jawa Timur hanya menunjuk dua desa di Jawa Timur untuk dapat menggelar kegiatan serupa. Yakni di Kabupaten Tulungagung dan di Kabupaten Malang. Desa Sengguruh pun menjadi desa yang dipilih untuk mewakili Kabupaten Malang. 

"Ini merupakan program dari DPMD Provinsi (Jawa Timur), kebetulan Desa Sengguruh mewakili Kabupaten Malang. Jadi dulu awal Covid-19 sekitar bulan April, kita mengadakan acara seperti ini dengan penerapan prokes yang ketat, itu bisa berjalan dan tidak ada klaster baru setelah acara," terang Jamburi. 

Pertunjukan seni tari sebagai pembukaan acara inti Festival Desa Sengguruh.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

Kedepannya, kegiatan tersebut akan dijadikan agenda rutin tahunan Desa Sengguruh. Namun untuk pelaksanaannya, terlebih dahulu masih harus memperhatikan perubahan-perubahan aturan yang kemungkinan terjadi. Sebab masih dalam kondisi pandemi Covid-19. 

Untuk itu dirinya berharap bahwa dengan digelarnya festival tersebut, masyarakat Desa Sengguruh bisa lebih mengenal, dan dapat melestarikan budaya yang ada di Desa Sengguruh. 

"Ibaratnya kita tinggal di tanah Jawa ini jangan sampai lupa dengan leluhur kita. Ya intinya kita berusaha uri-uri budaya dan berdoa untuk leluhur kita," pungkas Jamburi.

Topik
ritual budayapartisipasi politik perempuanKabupaten Malangkisah lucuBerita MalangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru