Bupati Sanusi Pimpin Jajaran Forkompimda Tinjau Lokasi Longsor

Nov 20, 2021 15:05
Bupati Malang HM. Sanusi didampingi Sekda Kabupaten Malang Wahyu Hidayat dan sejumlah unsur Forkopimda saat meninjau lokasi longsor di Desa Karangkates Kecamatan Sumberpucung.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Bupati Malang HM. Sanusi didampingi Sekda Kabupaten Malang Wahyu Hidayat dan sejumlah unsur Forkopimda saat meninjau lokasi longsor di Desa Karangkates Kecamatan Sumberpucung.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Bupati Malang HM. Sanusi meninjau dua lokasi terjadinya bencana tanah longsor, Sabtu (20/11/2021). Dua lokasi itu adalah Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung dan di Desa Plandi, Kecamatan Wonosari. 

Dalam tinjauannya kali ini, Sanusi didampingi jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Malang, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Muspika dan juga perangkat desa setempat. 

Di Desa Karangkates, peristiwa longsor terjadi pada Jumat (19/11/2021) kemarin. Di mana longsor tersebut mengakibatkan satu rumah milik warga ada yang roboh. 

Bupati Malang HM. Sanusi saat menerima keterangan dari Kepala Desa Karangkates Sudjojo Fakrim.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

Beruntungnya, rumah tersebut masih dalam proses pembangunan. Sehingga tidak ada korban jiwa, karena bangunan tersebut juga masih belum ditinggali. 

Namun, berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, rumah tersebut memang berada di bawah tebing. Dengan struktur tanah yang labil dan cenderung miring, rumah tersebut memang masuk dalam titik rawan longsor. 

Penyaluran bantuan oleh Bupati Malang HM. Sanusi kepada warga yang terdampak.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

"Terdapat 10 rumah rawan terdapak bila terjadi longsor susulan," ujar Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Sadono Irawan, Sabtu (20/11/2021). 

Bupati Malang, HM. Sanusi pun memerintahkan agar jajaran OPD beserta pihak Kecamatan Sumberpucung untuk segera melakukan pembersihan sisa-sisa longsoran tanah. Untuk kemudian tebing yang memang dinilai rawan longsor, dapat diperkuat dengan kawat bronjong, atau biasa disebut dibronjong. 

Sementara itu, Kepala Desa Karangkates Sudjono Fakrim menjelaskab bahwa di wilayahnya memang ada beberapa titik yang dinilai rawan terjadi tanah longsor. Menurutnya, hal itu disebabkan struktur tanah di sekitar desanya, didominasi tanah liat. 

Sehingga menurutnya akan menjadi rawan jika hujan turun dengan intensitas yang tinggi. Dengan kondisi curah hujan yang tinggi seperti saat ini, setidaknya ada tiga titik di wilayahnya yang dianggap rawan. 

Kepala Desa Karangkates Sudjojo Fakrim saat menunjukan kondisi kemiringan tanah di desanya yang dinilai rawan longsor.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

"Kalau cuacanya seperti ini, bukan tiga (titik) lagi. Tapi semua titik yang berada di tebing dengan kemiringan yang tajam, ya akan rawan," ujar Sudjono, Sabtu (20/11/2021) siang. 

Dirinya berharap bahwa apa yang telah disampaikan Bupati Sanusi, bisa segera dilakukan. Yakni untuk segera memperkuat struktur tanah dengan kemiringan yang cukup curam. 

"Ya butuhnya memang dibronjong, bilangnya Pak Bupati (Sanusi) tadi seperti itu. Jadi harapannya bisa segera dilakukan, karena kalau harus dicover melalui DD (Dana Desa) ya tidak sanggup," pungkas Sudjono. 

Sementara itu, untuk di Desa Plandi Kecamatan Wonosari, peristiwa tanah longsor terjadi pada Kamis (18/11/2021) malam. Akibat longsor tersebut, ruas jalan Raya Gandrung di Desa Plandi tidak dapat dilalui oleh kendaraan. Baik roda empat maupun roda dua. 

Pembersihan yang dilakukan sempat terhenti, karena terjadi longsor susulan. Hal itu mengakibatkan akses penghubung Desa Plandi dan Desa Selobekti kembali tidak dapat dilalui, karena tertutup material longsor. 

Dalam kesempatan tersebut, Sanusi juga menyalurkan bantuan sembako kepada warga yang rumahnya terdampak bencana tanah longsor. 

Topik
Bupati Malang HM SanusiTanah LongsorKabupaten Malangklinik pertanianBerita MalangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru