Kekurangan Pegawai, Pemkab Malang Bakal Andalkan Mesin?

Nov 19, 2021 20:31
Sejumlah ASN di Kabupaten Malang ketika mengikuti pelantikan pejabat (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)
Sejumlah ASN di Kabupaten Malang ketika mengikuti pelantikan pejabat (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Krisis jumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang diprediksi tidak akan terjadi di masa depan. Hal itu karena penggunaan teknologi yang semakin berkembang akan menggantikan tenaga manusia dalam melayani masyarakat.

Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah mengatakan bahwa saat ini secara teori masih diterapkan konsep 1 orang ASN melayani 50 orang masyarakat. Namun hal itu dianggap teori lama yang seharusnya dapat segera diganti.

“Itu teori lama. Sedangkan sekarang ada perkembangan teknologi. Seperti Dispendukcapil sudah menerapkan pelayanan mesin. Ini yang harus direvisi. Bisa saja nanti jumlah ASN dan PPPK dikurangi karena ada teknologi,” ujar Nurman, Jum'at (19/11/2021).

Perkembangan teknologi saat ini merupakan hal yang tidak bisa dihindari. Bahkan dengan teknologi, pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara efisien.

Akan tetapi, Nurman juga tak menampik jika tenaga ASN di lingkungan Pemkab Malang akan terus berkurang karena menapaki tahap pensiun kerja. Hal itu yang dianggap tantangan di era 4.0 saat ini, di mana teknologi dapat menjadi solusi untuk pelayanan masyarakat yang efektif.

“Pensiun ini kan proses alami. Banyak tahun depan yang akan pensiun. Tapi ini kan sistem, yang harus dijalankan. Tapi inilah tantangannya,” kata Nurman.

Baru-baru ini sebanyak 197 pejabat eselon II hingga IV telah dilantik. Nantinya kata Nurman, akan ada skema promosi hingga mutasi jabatan untuk mengisi kekosongan jabatan. “Bertahap karena berkaitan dengan izin komisi aparatur sipil negara (KASN). Setelah ini ada open biding untuk mengisi kekosongan tersebut. Skemanya promosi dan mutasi. Prinsip orientasinya mengisi kekosongan,” tutup Nurman.

Topik
Nurman RamdansyahPemkab Malangrelokasi rumah terdampak banjir

Berita Lainnya

Berita

Terbaru