Sederet Tokoh Angkat Bicara soal Desakan MUI Dibubarkan, Imbas Anggota Tersangka Terorisme

Nov 19, 2021 12:04
Ilustrasi (Foto: kuasakata)
Ilustrasi (Foto: kuasakata)

JATIMTIMES - Sejumlah pihak mendesak agar Majelis Ulama Indonesia (MUI) dibubarkan usai salah satu anggotanya, yakni Ahmad Zain an-Najah yang ditangkap oleh Densus 88 lantaran diduga terlibat terorisme.

Sederet tokoh Indonesia pun angkat bicara, terkait wacana pembubaran MUI tersebut. Salah satu tanggapan datang dari Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid (HNW). 

HNW menilai jika wacana pembubaran MUI bukan berasal dari pihak yang tulus melawan terorisme. HNW menyebut wacana pembubaran MUI itu dibuat oleh pihak yang memanfaatkan isu terorisme yang diduga melibatkan salah satu anggota pimpinan organisasi yang berdiri tahun 1975 tersebut.

Selain itu, HNW menilai, pihak yang memanfaatkan isu terorisme ini seakan ingin membubarkan MUI serta melemahkan dan memecah belah umat. Padahal menurutnya, disadari atau tidak keinginan untuk membubarkan MUI  dapat berujung pada pelemahan Negara Kesatuan Republik Indosnesia (NKRI).

Melansir melalui laman resmi pks.id, menurutnya umat Islam merasakan manfaat atas kehadiran MUI dalam urusan moderasi beragama di Indonesia dan penguatan NKRI.

Tanggapan juga datang dari Analis Kebijakan Publik, Muhammad Said Didu. Said Didu meminta publik untuk mengecek akun media sosial yang menginginkan MUI dibubarkan berasal dari kelompok yang sama.

"Coba cek akun-akun yang inginkan MUI bubar - sepertinya dari kelompok identitas yang sama," ucapnya, seperti dikutip dari twit @msaid_didu.

Dalam twit itu, Said Didu lantas mengajak untuk saling menjaga perasaan, persatuan, toleransi, dan saling menghargai satu sama lain.

Sementara, Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar, menilai pihak yang ingin membubarkan MUI adalah komunis. Menurutnya, MUI adalah ormas yang konsisten dalam memberi dukungan kepada pemerintah melalui fatwa.

"Mereka yg ingin bubarkan MUI adalah komunis dan bukan Muslim," kata Musni Umar, seperti dikutip dari twit @musniumar. 

"MUI adalah Ormas Islam yang konsisten memberi dukungan kepada pemerintah melalui fatwa, tetapi para pengurusnya kritis dan berani menyampaikan kebenaran dan keadilan," tambah Musni.

Tak ketinggalan, Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Zainut Tauhid turut buka suara terkait penangkapan anggota pengurus MUI, Ahmad Zain an-Najah oleh Densus 88 karena dugaan terlibat kasus terorisme berujung pada tuntutan pembubaran MUI di media sosial. 

Zainut menganggap tuntutan itu sangat berlebihan.

"Adanya tuntutan sekelompok orang yang ingin membubarkan MUI, saya kira hal itu terlalu berlebihan. Ibarat rumah ada tikusnya, masak rumahnya mau dibakar," ujar Zainut dalam keterangannya. 

Zainut membantah tuduhan MUI terpapar terorisme. Pasalnya, MUI sendiri telah menetapkan fatwa Nomor 3 Tahun 2004 tentang terorisme.

"Ahmad Zain an-Najah (AZA) tidak ada kaitannya dengan MUI," tegas Zainut. 

Apa yang dilakukan Zain, menurut Zainut adalah tanggungjawab pribadi. Zainut mendukung pihak yang berwenang untuk memproses kasus tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku dengan tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah.

Topik
Majelis Ulama Indonesiaisu terorismedpc gerindra tubansinopsis ikatan cinta 29 meigerindra bagikan sembakoberita viral

Berita Lainnya

Berita

Terbaru