Moeldoko Buka Suara Setelah Diusir Masa Aksi Kamisan, Begini Kronologinya

Nov 19, 2021 11:38
Moeldoko (Foto: IST)
Moeldoko (Foto: IST)

JATIMTIMES - Kepala Staf Kepresiden Moeldoko akhirnya buka suara usai diusir massa Aksi Kamisan di Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis (18/11/2021). Dalam hal ini, Moeldoko mengklaim kehadirannya sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap hak asasi manusia (HAM).

Moeldoko mengatakan dirinya ingin mendengar langsung tuntutan para aktivis HAM tersebut. Oleh sebab itu, ia menyempatkan waktu di sela-sela Festival HAM.

"Kenapa saya datang? Itulah sebuah wujud, kalau kami tidak peduli, kami tidak datang untuk melihat dan mendengarkan," kata Moeldoko dalam rekaman video yang dibagikan Kantor Staf Presiden. 

Moeldoko datang untuk melihat spanduk yang dipampang massa Aksi Kamisan. Ia  berupaya melakukan dialog dengan orang-orang yang berdemonstrasi. 

Kendati demikian, upaya itu tidak berjalan mulus. Massa tidak henti-henti menyatakan penolakan atas kehadiran Moeldoko dan sejumlah pejabat.

"Saya menghormati dan menghargai apa yang sudah dia sampaikan. Untuk itu, saya beserta rombongan meninggalkan tempat," ucap Moeldoko.

Moeldoko juga menegaskan pemerintah tidak lari dari persoalan HAM. Ia memastikan pemerintah akan selalu melakukan inovasi untuk menjamin hak asasi warga negara di masa mendatang.

Sebelumnya, massa Aksi Kamisan Semarang mengunggah video di depan Hotel Paragon, Kamis (18/11/2021). Dalam video itu, mereka tampak mengusir Moeldoko dan sejumlah pejabat yang hadir. 

Massa kecewa terhadap pemerintah yang seakan mengabaikan persoalan HAM selama ini. Mereka enggan memberi panggung bagi orang-orang yang tidak menyelesaikan persoalan HAM meski memiliki kewenangan untuk melakukannya.

"Ini panggung rakyat, pelanggar HAM tidak boleh dikasih ruang!" ungkap salah satu massa aksi dalam video yang diunggah akun Twitter @cornelgea, Kamis (18/11/2021). 

Awalnya, Moeldoko sendiri mengaku sebagai pembicara kunci pada Festival HAM. Lalu pada kesempatan itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memberi kabar bahwa ada aksi unjuk rasa di sekitar lokasi.

"Saya mendapatkan laporan dari Pak Wali Kota bahwa di luar ada demo teman-teman yang menyuarakan persoalan HAM di Indonesia. Saya putuskan, 'Oke, saya akan datang,'," kata Moeldoko. 

Moeldoko dan Hendrar lalu datang ke lokasi aksi tersebut.  Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara yang hadir di Festival HAM juga ikut menemui massa aksi.

Moeldoko kemudian memperhatikan setiap tuntutan yang ada di spanduk. Ia juga mendengarkan orasi-orasi dari peserta unjuk rasa.

Ia bahkan sempat berusaha membuka dialog dengan massa Aksi Kamisan. Akan tetapi, massa menolak kehadiran Moeldoko.

Topik
pengusiran moeldokomoeldokodandim lumajang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru