Diduga Depresi Karena Cerai, Seorang Pria Ditemukan Tewas Tak Bernyawa

Nov 18, 2021 20:38
Polisi dan warga setempat ketika mengevakuasi mayat laki-laki yang diduga bunuh diri (foto: Humas Polres Malang for JatimTIMES)
Polisi dan warga setempat ketika mengevakuasi mayat laki-laki yang diduga bunuh diri (foto: Humas Polres Malang for JatimTIMES)

JATIMTIMES - Seorang pria ditemukan tak bernyawa di kebun bambu Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Dugaan sementara, pria itu bunuh diri karena depresi akibat cerai dengan istrinya.

Kapolsek Poncokusumo AKP Sumarsono mengatakan, mayat laki-laki itu ditemukan Rabu (17/11/2021) malam. Saat ditemukan, mayat laki-laki itu sudah dalam kondisi yang kurang baik.

“Korban diduga meninggal sudah sekitar empat hari lamanya. Terlihat dari kondisi korban yang sudah lebam,” ucap Kapolsek Poncokusumo AKP Sumarsono saat dikonfirmasi, Kamis (18/11/2021).

Jenazah pria berinisial S (55) itu ditemukan oleh warga di sebuah kebun bambu yang berada di belakang rumah korban. Penemuan mayat korban ini diawali dari kecurigaan Rohman (53) yang merupakan tetangga korban.

“Awalnya ada tetangga korban yang curiga, karena korban yang tinggal seorang diri di rumahnya tersebut. Tapi diketahui sudah beberapa hari tidak pulang ke rumahnya,” kata Sumarsono.

Akhirnya Rohman melaporkan kecurigaannya tersebut kepada Kepala Dusun Wonosari Muhammad (46). Selanjutnya Muhammad bersama para warga sepakat untuk mendobrak pintu rumah korban.

“Setelah pintu terbuka, ternyata rumah dalam keadaan sepi,” tutur Sumarsono.

Setelah tidak menemukan korban, warga berinisiatif untuk mencari korban di sekitar rumah korban. Nahasnya, mereka menemukan sosok laki-laki yang sudah tak bernyawa.

“Korban berhasil ditemukan di ladang atau kebun bambu yang ada di belakang rumah korban, dengan kondisi sudah meninggal dunia,” jelas Sumarsono.

Kejadian ini pun membuat masyarakat setempat heboh. Mereka datang berbondong-bondong ke lokasi untuk melihat korban kondisi korban. Sementara polisi yang mendapatkan laporan mengenai kematian korban, langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Setelah melakukan olah TKP, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Syaiful Anwar Kota Malang untuk dilakukan visum. Dari hasil autopsi tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan.

“Pihak keluarga sudah menerima hasil autopsi, dan menyatakan terima dengan kematian korban. Sementara berdasarkan keterangan dari beberapa saksi, korban mengalami depresi sejak bercerai dengan istrinya,” terang Sumarsono.

Saat ini, jenazah korban sudah dibawa ke rumah keluarga untuk dikebumikan di pemakaman desa setempat.

 

Disclaimer: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

Topik
kasus bunuh diribunuh diri di kabupaten malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru