Diduga Kekerasan Terjadi di SPI Kota Batu, Begini Pantauan di Lapangan

Nov 18, 2021 20:23
SPI kota Batu tampak dari depan.
SPI kota Batu tampak dari depan.

JATIMTIMES - Pemilik Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu Julian Eka Putra (JEP) telah menjadi tersangka dalam kasus kekerasan seksual di sekolahnya. Belum selesai kasus itu, Selasa (16/11/2021) lalu, giliran kepala Asrama SPI kota Batu Ahmad Akhiyat dilaporkan oleh Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kota Batu ke Polres Batu.

LPAI Kota Batu melaporkan Ahmad Akhiyat lantaran diduga melakukan tindak kekerasan terhadap siswanya. Hal tersebut diperkuat dengan adanya rekaman suara yang diambil oleh siswa lain pada saat kekerasan itu terjadi di lingkungan sekolah SPI Kota Batu.

Ketua LPAI Kota Batu Fuad Dwiyono mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada 3 Mei 2021 lalu. Saat itu, pukul 12.30 WIB, terlapor mengumpulkan seluruh siswa di BP Cinema, gedung mini teater atau bioskop mini. Kemudian kedua korban dipanggil oleh kepala asmara tersebut. 

“Tanpa ada sebab yang jelas mereka dimarahi, ditampar, dipukuli dan ditendang berkali-kali di hadapan seluruh siswa,” ucap Fuad.

Alasan terlapor memarahi korban dari pengakuan korban adalah permintaan korban untuk keringanan jam kerja. Karena korban lelah bekerja hingga larut setiap harinya.

Fuad menambahkan, kejadian dugaan kekerasan hampir kerap dialami siswa yang tinggal di asrama tersebut. Namun fakta itu baru bisa dibuktikan lewat rekaman video tersebut.

“Jadi selain ada kekerasan seksual yang dilakukan diduga oleh pemilik SPI kota Batu, nyatanya rantai kekerasan itu juga terjadi secara sistemik,” tambah Fuad mantan Ketua Dewan Kesenian Kota Batu ini.

Dari pantauan Jatimtimes.com, Kamis (18/11/2021) suasana sekolah SPI Kota Batu terlihat tidak berbeda seperti biasanya. Nampak sepi dari gerbang SPI Kota Batu. Kondisi pagar berwarna hitam itu pun tertutup. Namun saat wartawan ini mencoba masuk hanya bisa sampai pos satpam. Saat di pos satpam, wartawan mencoba untuk berkomunikasi dengan satpam. 

Sayangnya, wartawan tidak bisa masuk ke dalam sekolah. Sebab satpam tersebut menjelaskan jika di dalam sekolah tidak ada yang bisa ditemui. Karena semua guru sedang berada di luar kota.

Hal ini pun tidak jauh berbeda saat mulai mencuatnya nama JEP dilaporkan ke Polda Jatim pada Mei silam. Alasan yang tidak jauh berbeda pun keluar dari petugas satpam tersebut.

Selain itu saat wartawan ini mencoba untuk menghubungi kepala SPI Kota Batu hingga malam ini pun tidak ada respon. Meskipun pesan sudah terkirim di nomor WhatsAppnya.

Topik
sekolah ternama kota batudugaan kekerasan spi di kota batuseto mulyadi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru