Sambut Kuliah Tatap Muka, FITK UIN Maliki Malang Bangun Kesehatan Mental Maba

Nov 18, 2021 19:16
Webinar Bimbingan dan Konseling dengan tema “Membangun Kesiapan Mental Mahasiswa Menyongsong Perkuliahan Tatap Muka" (Ist)
Webinar Bimbingan dan Konseling dengan tema “Membangun Kesiapan Mental Mahasiswa Menyongsong Perkuliahan Tatap Muka" (Ist)

JATIMTIMES - Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyambut perkuliahan tatap muka bagi mahasiswa baru dengan tangan terbuka. Tak hanya menyiapkan sarana dan prasana yang dibutuhkan dalam perkuliahan offline, kesehatan mental juga menjadi poin penting dan tak luput dari perhatian. 

Hal tersebut dibuktikan dengan digelarnya Webinar Bimbingan dan Konseling dengan tema “Membangun Kesiapan Mental Mahasiswa Menyongsong Perkuliahan Tatap Muka”. 

2

Dekan FITK UIN Maliki Malang Dr H Nur Ali MPd mengatakan, efek pandemi sangat dirasakan semua kalangan, termasuk mahasiswa. Pembelajaran yang biasanya dilakukan offline berubah total menjadi online. Hal ini menimbulkan berbagai problema, salah satunya kejenuhan dalam belajar karena interaksi antara dosen dengan mahasiswa maupun mahasiswa dengan mahasiswa tidak berjalan secara maksmial. 

“Seakan-akan enak bisa kuliah di rumah, tapi lama-kelamaan  menimbulkan kebosanan," ujar Nur Ali.   

Nur Ali menegaskan perkuliahan tatap muka penting dilakukan sebab di dalamnya ada proses interaksi sosial yang menjadi salah satu poin pendukung kesuksesan belajar. Di sisi lain, perkuliahan tatap muka bertujuan untuk terus membimbing potensi mahasiswa. 

Selain interaksi sosial, lingkungan tempat di mana mahasiswa tinggal sangat mempengaruhi dalam potensi mahasiswa. Jika berada dalam lingkungan yang positif, maka mahasiswa juga akan memiliki energi positif dan begitu sebaliknya. 

3

“Setiap orang punya dua potensi yaitu baik (positif) dan buruk (negatif) yang harus dibimbing, ditata dan diatur. Tentunya supaya mahasiswa memiliki kesehatan mental yang baik,” terang Nur Ali. 

Sementara Dr Esa Nur Wahyuni, MPd dosen UIN Maliki Malang memaparkan tentang membangun kesehatan mental di kampus. Menurutnya sumber masalah dalam kesehatan mental bersumber dari kampus. 

Misalnya, kuliah online, tugas menumpuk, materi sulit dipahami, kurang fokus, minat belajar menurun, mengantuk. Selain itu, masalah kian bertambah dengan sinyal yang kurang mendukung, teknologi kurang memadai, boros kuota hingga dilema biaya kuliah yang tetap harus dibayar meskipun perkuliahan berlangsung secara online. 

“Hal inilah mengapa kesehatan mental mahasiswa perlu dibangun," ujar Esa. 

4

Dengan kesehatan mental yang terkelola dengan baik, mahasiswa baru yang notabene belum pernah merasakan kuliah secara offline akan mudah beradaptasi dengan baik karena perkuliahan mengalami perubahan sistem kuliah. Perubahan tersebut cukup signifikan, yakni dari online ke offline. Selain itu, lanjut Esa, Kesehatan Mental yang baik tentunya akan membuat seseorang mampu bekerja secara produktif dan berkontribusi kepada masyarakat serta mampu mengatasi stres yang ada.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya jugaa memberi 3 tips dalam menjaga kesehatan mental. Tips yang pertama, adalah terhubung dengan orang lain. Manusia merupakan makhluk sosial yang terhubung dengan satu orang dan orang lainnya. Hubungan atau komunikasi ini merupakan sebuah kebutuhan yang penting dan tidak bisa diabaikan.

Tips yang kedua, adalah sadar diri. Artinya, seseorang harus memahami kelebihan dan kekurangan diri. Tips ketiga adalah melakukan olahraga. Dari penelitian yang ada, dengan berolahraga membantu dalam membuat kesehatan mental lebih baik. 43,2 persen orang yang rajin berolahraga, dari hasil penelitian, mampu mengurangi problem kesehatan mentalnya lebih baik dibandingkan dengan orang yang tak berolahraga. 

Sementara itu, Ketua Laboratorium Bimbingan Konseling FITK Imro'atul Hayyu Erfantinni, MPd menegaskan, layanan laboratorium bimbingan dan konseling meliputi empat aspek yakni pribadi, sosial, akademik, dan karir. 

Hal-hal yang berkenaan dengan aspek tersebut dapat dilayani laboratorium bimbingan dan konseling secara individu maupun kelompok, sesuai dengan alur pelayanan yang sudah dicantumkan. 

Mereka yang melakukan bimbingan konseling akan dijamin kerahasiaannya datanya, sehingga tidak perlu khawatir apa yang menjadi bahan konseling mereka diketahui yang lain. Hal ini tentunya untuk memberikan kenyamanan terhadap para mahasiswa ketika melakukan konseling.

“Kami siap melayani bagi mahasiswa yang membutuhkan bimbingan konseling. Jangan khawatir, data mahasiswa yang berkonsultasi akan dijaga kerahasiaannya," pungkas Hayyu.

Topik
UIN Maliki Malangkuliah tatap mukafitk uin maliki malangfitk uin malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru