The Power Of Silaturahmi, Motivator Nasional Aqua Dwipayana Beri Motivasi Civitas Unisma

Nov 18, 2021 15:00
Jajaran pimpinan Unisma saat memberikan suvernir kepada motivator nasional Aqua Dwipayana. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Jajaran pimpinan Unisma saat memberikan suvernir kepada motivator nasional Aqua Dwipayana. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

JATIMTIMES -The Power of Silaturahmi menjadi tema yang diusung pakar komunikasi dan motivator nasional Aqua Dwipayana  dalam memotivasi seluruh civitas Universitas Islam Malang (Unisma), baik itu dosen, karyawan, mahasiswa, bahkan hingga unsur pimpinan.

Di hadapan ratusan pegawai kampus Nahdlatul Ulama itu, Aqua menyampaikan agar dalam setiap terdapat kesempatan, selalu berusaha untuk membahagiakan siapa pun. Setiap individu juga harus berusaha menjaga hati, dalam artian untuk selalu melakukan atau mempunyai niat-niat positif. 

3

Apa pun niat-niat tersebut (dalam hal positif) harus selalu konsisten. Dengan begitu, Allah akan memudahkan jalan mauapun segala urusan. 

Setiap hal apa pun yang ditemui seseorang tentunya merupakan sebuah pembelajaran. Meskipun hal yang ditemui tersebut bukanlah hal yang menyenangkan. Tetapi, kembali ditegaskan, bahwa dalam setiap hal, seseorang harus tetap berpikir positif.

"Kejahatan harus dibalas dengan kebaikan. Kalau kita sama (membalasnya dengan kejahatan), berarti level kita sama dengan orang itu. Rendah di kaki manusia, apalagi di mata Allah," terangnya.

Aqua bercerita pernah mengalami sesuatu hal yang kurang mengenakkan. Kala itu, ia bertemu dengan seorang pejabat tinggi. Tetapi,  pejabat tersebut kurang menghargai seseorang dan kurang beretika.  

Ia sempat kaget mendapati perilaku pejabat tersebut yang dinilai tidak beretika dan menghargai seseorang.  "Kakinya (selonjor) di sofa lansgung. Saya sempat kaget, ini berhadapan dengan preman atau pejabat. Ketika saya bicara, lansgung dipotong to the poin saja. Mungkin saya dikira minta-minta," ungkapnya.

1

Meskipun mendapatkan hal yang kurang mengenakkan, Aqua pada hari itu langsung memaafkan pejabat tersebut. Hal itu menjadikan dalam pikiran maupun hari tanpa dibebani oleh hal-hal yang negatif. 

Aqua justru berterima kasih dengan kejadian itu. Sebab, hal tersebut merupakan sebuah pelajaran berharga.  "Harus positif, nggak perlu marah. Marah buat capek dan dosa. Ini pesan saya," ucapnya.

Jika seseorang membalas kejahatan dengan kejahatan, maka hati akan kotor dengan hal-hal yang negatif. Hal itu juga berimplikasi menambah dosa seseorang.

Hal ini juga justru menjadi gambaran betapa bodohnya seseorang yang justru membalas kejahatan dengan kejahatan.

1

"Kita sudah dosa, putus juga tali silaturahmi. Pesan moralnya, jangan menyimpan sampah-sampah dalam hati kita," terang Aqua.

Sementara itu, Rektor Unisma Prof Dr Maskuri MSI menjelaskan,  motivator nasional ini hadir untuk memberikan trik-trik membangun diri yang baik. Seluruh civitas mendapatkan gambaran materi bagaimana orang baik berprinsip untuk menata hati terlebih dulu serta selalu menghormati dan menghargai setiap orang.

"Kita ingin ubah mindset dalam berbagai sisi untuk menjadi kekuatan yang  sangat berharga daam mengembangkan diri sendiri maupun kampus," terangnya.

Unisma selalu berkomitmen untuk memperkuat tali silaturahmi, termasuk juga menamkam bagaimana seluruh civitas akademika untuk memberikan nilai pada dirinya. Unisam rutin dengan berbagai macam kegiatan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang memuat unsur silahturahmi.

"Termasuk juga kami tanamkan untuk bagaimana harus selalu tanggung jawab pekerjaan dan lingkungan, sehingga akan jadi magnet untuk masyarakat," paparnya.

Terakhir,  Unisma memberikan apresiasi atas motivasi membangun dari Aqua Dwipayana melalui materi yang diberikan kepada seluruh civitas Unisma, baik itu dosen, karyawan maupun unsur pimpinan.

Topik
unisma malangAqua DwipayanaTBI FITK UIN Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru