Densus 88 Tangkap Anggota MUI, Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar: Harus Ditindak Sesuai Hukum 

Nov 18, 2021 07:41
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Marzuki Mustamar. (Foto: Tubagus Achmad/ JatimTIMES)
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Marzuki Mustamar. (Foto: Tubagus Achmad/ JatimTIMES)

JATIMTIMES - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror telah menangkap Ketua Umum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI) Ustaz Farid Ahmad Okbah dan Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ahmad Zain An-Najah dan Anung Al-Hamat, Selasa (16/11/2021) lalu.

Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Aswin Siregar mengungkapkan alasan utama penangkapan ketiga orang ini, yakni karena terlibat dalam lembaga pendanaan kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) yakni Lembaga Amil Zakat Baitul Mal Abdurrahman Bin Auf (LAZ BM ABA). 

Kelompok teroris JI pun sudah ditetapkan sebagai organisasi terlarang, baik di Indonesia maupun dunia internasional. Di mana JI telah dinyatakan sebagai organisasi teror global yang dinyatakan dalam Resolusi PBB Nomor 1267 Tahun 2008.

Menanggapi penangkapan yang dilakukan oleh Densus 88 Antiteror kepada ketiga orang tersebut, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Marzuki Mustamar mengungkapkan bahwa siapapun dan atas dasar apapun yang mengancam keamanan negara, harus ditindak sesuai hukum yang berlaku. 

"Agama apapun, di institusi mana pun, termasuk di intern TNI sendiri, di intern Polri, jaksa, mungkin di istana, dimanapun segala hal yang bisa mengancam keamanan negara, keamanan rakyatnya, harus ditindak sesuai hukum yang berlaku," ungkap Kiai Marzuki melalui saluran telepon kepada JatimTIMES.com. 

Menurutnya, negara wajib mengayomi dan melindungi seluruh rakyatnya. Tidak melihat latar belakang, etnis maupun agama apapun, negara harus dapat menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh rakyat dalam beraktivitas. 

"Bekerja dengan aman, belajar dengan aman, beribadah dengan aman, bagi yang muslim berdakwah juga dengan aman, kewajiban negara memberi perlindungan," ujar Kiai Marzuki yang sempat menduduki posisi pertama sebagai Calon Ketua Umum PBNU pada hasil survei Indostrategic Bulan Oktober 2021 lalu. 

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilurrosyad ini menyampaikan, setiap ada sesuatu yang berpotensi mengancam keamanan, menimbulkan kekacauan maupun dapat mengancam nyawa rakyatnya dengan nama apapun, aparat TNI-Polri beserta seluruh kekuatan yang dimiliki negara harus hadir untuk memberantas segala sesuatu yang dapat menimbulkan ancaman tersebut. 

Menurutnya, apapun agama, kelompok dan etnisnya, selama itu menyangkut pada hal-hal yang dapat membuat kekacauan dan perpecahan di Indonesia, maka harus segera ditindak secara hukum yang berlaku. 

"Apakah itu menyangkut narkoba, menyangkut gerakan mafia perdagangan internasional, trafficking, gerakan separatisme yang akan menimbulkan kekacauan dan membuat negeri ini pecah belah, termasuk siapapun yang mengacau atas nama agama yang kadang kita menyebutnya dengan teorisme atau apalah, sebutan nggak penting. Jadi yang penting negara ini wajib melindungi rakyatnya," jelas Kiai Marzuki. 

Lebih lanjut, salah satu orang yang ditangkap Densus 88 Antiteror yakni Ustaz Farid Ahmad Okbah, tiga hari sebelum dilakukan penangkapan sempat bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Pertemuan itu ketika Anies melayat ke rumah duka ibu mertua dari Farid yakni Amarhumah Fetum binti Abdullah Bawazier. 

Sementara itu, ketika disinggung mengenai pertemuan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan Farid Ahmad Okbah, di mana Farid telah ditangkap Densus 88 Antiteror karena diduga terlibat dalam lembaga pendanaan kelompok teroris JI, Kiai Marzuki mengatakan hal itu terserah gubernur. 

"Ya terserah gubernur. Dia kepingin bersih dari itu atau nggak ya terserah gubernur. Kami nggak tahu, itu urusan gubernur.  Dia juga bisa menghitung ikut siapa, nempel siapa. Dia tahu menghitung masa depannya," pungkas Kiai Marzuki.

Topik
tim densus 88Tim Densus Anti Terorterduga terorisMUIKetua PWNU Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru