Ekspresi Tenang dan Tersenyum dari Terduga Pembunuh Wanita di Gedangan saat Ditangkap Polisi

Nov 17, 2021 19:34
Terduga pelaku pembunuhan kepada istrinya yang digelandang polisi (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)
Terduga pelaku pembunuhan kepada istrinya yang digelandang polisi (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Satreskrim Polres Malang berhasil mengungkap kasus dugaan pembunuhan di Dusun Sumber Winong, Desa Sindurejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Kurang dari 24 jam, polisi berhasil menangkap pelakunya, Rabu (17/11/2021) petang ini. Tersangka atas nama Miskari yang tak lain adalah suami korban sendiri.

“Pelakunya sudah kami tangkap barusan,” ujar Kasatreskrim Polres Malang AKP Donny Kristian Bara'langi, Rabu (17/11/2021).

“Pelaku adalah suami dari korban. Namun untuk motif serta kronologis pembunuhan seperti apa, kami masih lakukan pemeriksaan,” tambah Donny.

Dijelaskan Donny, pihaknya masih akan memeriksa dan mendalami kasus dugaan pembunuhan itu. Termasuk motif pembunuhan yang diduga dilakukan terhadap istrinya sendiri.

“Nanti dulu ya mas. Biar diperiksa oleh penyidik terlebih dahulu,” ucap mantan Kasatreskrim Polres Blitar ini.

Dari informasi yang diperoleh, Miskari ditangkap oleh Tim Buser Polres Malang saat kabur ke wilayah Blitar. Dalam proses penangkapan itu, Donny mengaku tidak mengalami kesulitan, sebab tidak ada perlawanan. Bahkan, tersangka juga mengakui telah melakukan pembunuhan terhadap istrinya.

Dugaan awal, motif pembunuhan tersebut dilakukan karena cemburu. Karena selama ini pelaku diketahui memiliki kecemburuan yang tinggi kepada istrinya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang wanita yang diketahui bernama Tumirah ditemukan tewas oleh anaknya di sebuah gubuk yang berada di tengah hutan milik Perum Perhutani KPH Malang di Dusun Sumber Winong, Desa Sindurejo, Kecamatan Gedangan, Selasa (16/11/2021) sore kemarin.

Wanita berusia 50 tahun ini, ditemukan tak bernyawa dalam kondisi penuh luka di tubuhnya. Gubuk tempat korban ditemukan tewas, berjarak sekitar 3 kilometer dari perkampungan. Untuk menuju ke gubuk harus dilalui dengan jalan kaki. Gubuk itu adalah tempat singgah korban dan suaminya setelah bertanam pisang.

Penemuan mayat korban ini, bermula dari anak korban yang sehari sebelumnya mendapat telepon dari ayahnya yang mengatakan, kalau ibunya sedang sakit di gubuk dan anaknya diminta untuk mengecek. Ayahnya (pelaku) beralibi sedang tidak bisa menemani.

Esok paginya, Selasa (16/11/2021) setelah mendapat telepon, anak korban langsung mengecek ke gubuk. Ternyata ibunya sudah dalam kondisi tak bernyawa. Selanjutnya anaknya kembali ke perkampungan untuk minta pertolongan warga sekaligus melaporkan ke polisi.

Donny pun menambahkan bahwa hasil olah TKP dan identifikasi di sekujur tubuh korban, banyak luka akibat senjata tajam. Seperti luka bacok di pinggul, bahu, leher, tangan dagu dan beberapa bagian wajah. Selain luka bacok, juga ada bekas luka tusuk.

“Dari hasil olah TKP juga ditemukan fakta lain. Yakni sebilah celurit berukuran 12 centimeter dengan bercak darah. Selain itu bercak darah juga ditemukan pada tabung LPG. Termasuk senapan angin, pakaian korban dan sebuah tas selempang,” papar Donny.

Sementara itu, pelaku Miskari seperti tidak ada penyesalan apapun. Wajahnya tampak tenang saat turun dari mobil usai tertangkap petang hari ini. Miskari malah tersenyum ketika ditanya alasan kenapa tega membunuh istrinya sendiri.

Topik
Polres MalangKasus PembunuhanPelaku Pembunuhan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru