Tembok Alun-Alum Tugu Kota Malang Kembali Ditabrak Roda Empat, Akankah Berujung Dibongkar?

Nov 17, 2021 15:58
Sisi timur tembok Alun-Alun Tugu Kota Malang yang jebol akibat insiden kecelakaan. (Risky Wijaya/MalangTIMES).
Sisi timur tembok Alun-Alun Tugu Kota Malang yang jebol akibat insiden kecelakaan. (Risky Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan tembok Alun-Alun Tugu Kota Malang  mengalami jebol bukanlah kali pertama terjadi.

Tahun lalu, tembok di sisi barat juga jebol dan rusak parah dengan kondisi yang sama. Yakni, adanya insiden kecelakaan mobil yang lantas menghantam tembok Alun-Alun Tugu sampai jebol. 

Terakhir, Selasa 16 November 2021 kemarin, tembok sebelah timur Alun-Alun Tugu jebol karena dihantam mobil. Insiden kecelakaan lalu lintas tersebut melibatkan dua mobil.

Dengan kejadian yang tidak hanya sekali ini, akankah Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengambil langkah untuk melakukan pembongkaran terhadap tembok Akun-Alun Tugu?

Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan, hal itu masih belum bisa dipastikan. Mengingat, hadirnya Alun-Alun Tugu Kota Malang ini adalah untuk masyarakat. Namun, jika memang ada kehendak dari masyarakat Kota Malang untuk membungkar total, tidak tertutup kemungkinan pembongkaran pagar Alun-Alun Tugu akan dilakukan.

"Itu mungkin jadi pertanda alam. Kami ngikuti sajalah. Kalau masyarakat menghendaki, ya kita lakukan (pembongkaran pagar). Karena memang dulu juga pernah ditabrak, bagian barat. Gang kemarin ini bagian timur," ujar Sutiaji, Rabu (17/11/2021).

Dijelaskan, konsep Alun-Alun Tugu Kota Malang sendiri sedari awal memang dijadikan sebagai kawasan publik. Artinya, memang dihadirkan untuk memfasilitasi khalayak yang ingin menikmati suasana taman.

Namun, jika dilakukan pembongkaran pagar, hal itu harus benar-benar atas keinginan masyarakat Kota Malang. Hal itu juga berkaitan dengan aktivitas masyarakat ketika mengunjungi kawasan tersebut nantinya, apakah bisa menjaga kondisi sekitar untuk tetap indah dan nyaman.

"Memang, konsep dulu itu kan kawasan publik. Jadi, dibangun alun-alum itu kan milik masyarakat. Gunanya untuk ditempati orang juga. Ya mungkin akan dikembalikan untuk fungsi-fungsi yang dulu kan tidak apa-apa.  Asal, masyarakat bisa menjaga," pungkas Sutiaji.

Diberitakan sebelumnya, atas kejadian jebolnya pagar Alun-Alun Tugu Kota Malang kemarin ini, pihak Pemkot Malang menyerahkan prosesnya kepada pihak berwajib. Adapun pembenahannya dilimpahkan kepada si pengendara yang terlibat insiden kecelakaan.

Topik
Alun Alun Tugu MalangWali Kota Malang SutiajiPemkot MalangBerita Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru