Nasib Ibu dan Anak Tertimpa Tembok di Kota Malang Setelah Jalani Operasi

Nov 16, 2021 21:04
Kondisi terbaru letak bangunan tembok yang roboh saat ini sudah dilakukan pembersihan dan penutupan terpal di Jalam Jaksa Agung Suprapto Gang I, Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Selasa (16/11/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Kondisi terbaru letak bangunan tembok yang roboh saat ini sudah dilakukan pembersihan dan penutupan terpal di Jalam Jaksa Agung Suprapto Gang I, Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Selasa (16/11/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Peristiwa robohnya tembok di salah satu rumah Jalan Jaksa Agung Suprapto Gang I, Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen, Kota Malang hari Minggu (14/11/2021) sekitar pukul 20.00 WIB lalu menyebabkan satu ibu dan dua anaknya harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Saiful Anwar (RSSA) Malang. 

Di mana saat dilakukan evakuasi, kondisi ibu bernama Anita (38) bersama dua anaknya berinisial AB (11) dan AL (1,4) terjepit bangunan tembok setebal 30 sampai 40 sentimeter. 

Alhasil masyarakat bersama petugas pun sempat kesulitan untuk melakukan evakuasi. Akhirnya dibantu oleh petugas pemadam kebakaran Kota Malang yang dilengkapi beberapa alat evakuasi, ibu dan dua anaknya tersebut berhasil di evakuasi menuju RSSA Malang. 

Terdapat dua orang yang turut serta mendampingi ibu dan dua anaknya menuju RSSA Malang, yakni Ketua RT 05/RW 01, Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen Winangunnyo Budi dan pemilik kos yang ditinggali Anita sehari-hari yang terletak di Jalan Hasanuddin Dalam Nomor 61 yakni Muryati. 

Ketua RT 05/RW 01 Winangunnyo Budi atau yang akrab disapa Budi mengatakan, dirinya bersama Muryati turut mendampingi Anita hingga hari Senin (15/11/2021) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Di mana pada hari Senin tersebut Anita bersama anak keduanya yakni AB langsung dilakukan tindakan operasi. 

"Kalau Bu Anita nya itu kakinya patah sebelah kiri dan di pen. Terus yang AB itu kakinya dua-duanya patah dan harus dipasang alat di dua kakinya," ungkap Budi kepada JatimTIMES.com, Selasa (16/11/2021). 

Sementara untuk anaknya yang masih berusia 1,4 tahun berinisial AL mengalami memar pada kepala bagian kanan dan kiri. "Kalau si AL kepalanya yang depan sebelah kanan dan kiri memar mas, kondisinya sudah membaik," ujar Budi. 

Kemudian, Budi mengaku pada hari ini Selasa (16/11/2021) telah menjenguk dan melihat kondisi Anita serta kedua anaknya. Dirinya mengatakan, bahwa saat ini ibu dan dua anaknya tersebut sedang dilakukan pemulihan.

"Kondisinya memang sudah membaik, masa-masa kritis sudah terlewati, tinggal pemulihan," terang Budi. 

Pihaknya menyampaikan, bahwa suami dari Anita yakni Widianto Nugroho meminta tolong kepadanya untuk memfasilitasi dirinya dengan pihak rumah sakit agar anak ketiganya AL yang masih berusia 1,4 tahun dapat dibawa pulang.

"Mas Anto itu minta supaya AL bisa dibawa pulang, tapi kan nggak bisa mas kalau dipaksa. Meskipun terlihat sudah pulih, tetap harus sesuai dengan petunjuk dokter," kata Budi. 

Kondisi rumah kos yang ditinggali Anita bersama keluarganya dalam kondisi tertutup.

Lebih lanjut, kata Budi untuk biaya operasi dari Anita dan dua anaknya telah ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kelas tiga. "Biaya rumah sakit pakai BPJS kelas tiga mas. Bersyukur mereka terdaftar BPJS, kalau tidak biaya operasi di bagian tulang yang patah mungkin bisa Rp 100 juta mas," tutur Budi. 

Berdasarkan keterangan dari korban dan para saksi, Budi menuturkan bahwa Anita biasanya mengendarai sepeda motor Honda Revo bersama suaminya. Namun, pada hari Minggu (14/11/2021) malam tersebut, Anita hanya bersama dua anaknya. Di mana AB dibonceng di belakang dan AL digendong di bagian dada depan.

"Saya tanya itu dia habis dari rumah orang tuanya di Jalan Mawar Gang 1 mau pulang ke rumah kosnya, tapi biasanya nggak lewat jalan situ mas. Itu kok kebetulan lewat jalan itu yang akhirnya membuat Anita bersama dua anaknya tertimpa runtuhan tembok," tutur Budi. 

Sementara itu, pemilik kos yang ditinggali oleh Anita bersama keluarganya yakni Muryati mengatakan, bahwa Anita sudah hampir delapan tahun indekos di tempatnya. Meski hanya indekos, keluarga ini pun dikenal memiliki kepribadian baik oleh masyarakat sekitar. 

"Biasanya itu pagi suaminya yakni mas Anto pergi kerja, terus mbak Anita nya sama anak-anaknya pergi ke Jalan Mawar Gang I, itu rumah ibunya Mbak Anita mas," ujar Muryati. 

"Lah baru malamnya mereka pulang ke tempat kos ini mas, hampir setiap hari kayak gitu mas," imbuh Muryati. 

Sementara itu, saat ini dua rumah kos yang ditinggali oleh Anita bersama keluarganya yang berlokasi di Jalan Hasanuddin Dalam Nomor 61 tersebut tampak tertutup. 

"Ya kemarin setelah dibawa ke rumah sakit itu nggak ada yang pulang kesini mas. Suaminya juga menjaga Mbak Anita di rumah sakit," pungkas Muryati.

Topik
update warga tertimpa tembokkabag kesra kabupaten pamekasanberita peristiwa kota malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru