Rencana Relokasi Warga Terdampak Banjir Bandang di Tanah Kas Desa Tuai Penolakan Warga

Nov 16, 2021 19:28
Tampak dari atas luasan sungai pasca banjir bandang yang melebar di Kota Batu. (Foto: istimewa)
Tampak dari atas luasan sungai pasca banjir bandang yang melebar di Kota Batu. (Foto: istimewa)

JATIMTIMES - Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang hadir di tengah-tengah pasca banjir bandang di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Kehadirannya memberikan arahan agar warga yang berdekatan dengan bantaran sungai diminta untuk melakukan relokasi mengingat bencana banjir bandang masih bisa mengancam kembali.

Sayangnya rencana itu sudah mendapatkan penolakan warga, khusunya pemilik rumah yang hancur akibat banjir bandang 4 November 2021 silam. Padahal pemerintah desa sudah ancang-ancang menyediakan lahan di tanah kas desa.

Tanah kas desa itu berada di area Gedung Kesenian Desa Bulukerto. Rencananya di atas tanah itu akan dibangun hunian sementara (huntara). Tetapi, rencana itu rupanya tidak berjalan mulus.

Kepala Desa Bulukerto Suwantoro mengatakan, ada penolakan dari warga terkait relokasi pada huntara. Yang ditakutkan adalah prosesnya memakan waktu lama. Hal tersebut berkaca pada kejadian tanah longsor di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji.

“Setelah dibuatkan huntara gak selesai-selesai karena harus nunggu kepastian dari pemerintah pusat. Jadi melihat kejadian di sana, warga ada mau, ada juga yang tak mau,” kata Suwantoro.

Sementara dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu hingga Selasa (16/11/2021) terdapat 31 rumah yang rusak. Rinciannya, 12 rumah rusak berat, 5 rumah rusak sedang, dan 14 rumah rusak ringan.

Terpisah Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menambahkan, Pemkot Batu akan terus berupaya untuk melakukan relokasi rumah warga yang berada di bantaran sunga Brantas. Karena itu cukup membahayakan.

“Saya masih belum mendapatkan hasil final dari pihak desa. Kami akan berkoordinasi lagi, karena ini semua demi kebaikan bersama,” ucap Dewanti.

Relokasi itu harus dilakukan mengingat puncak fenomenan La Nina akan terjadi pada Januari hingga Februari mendatang. Sehingga sebelum La Nina menerjang, Pemkot batu berupaya untuk merelokasi warganya. Ditambah saat ini pelebaran akan dilakukan pada Kali Sambing sepanjang 4 kilometer hingga ke muara Sungai Brantas. Karena itu relokasi harus segera dilakukan.

Topik
penolakan relokasivava mario yagaloatlet kabupaten gresikWalikota Batu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru