Pipa Perumda Tirta Kanjuruhan di Desa Kidal Bocor Lagi

Nov 16, 2021 12:46
Pipa HDPE yang berjajar rapi di sepanjang Desa Kidal, Kecamatan Tumpang. (Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Pipa HDPE yang berjajar rapi di sepanjang Desa Kidal, Kecamatan Tumpang. (Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Pipa milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang kembali bermasalah. Pipa tersebut ada di Desa Kidal, Kecamatan Tumpang. 

Belum dapat dipastikan apakah saluran pipa tersebut bocor atau mengalami kerusakan lain. Hanya, di titik tersebut, air terlihat meluap ke atas permukaan tanah.

 Informasi yang dihimpun, air mulai terlihat meluber di atas permukaan tanah sekitar pukul 07.30 WIB. Lokasi bocornya pipa tersebut tepatnya sekitar 150 meter di sebelah timur SD Negeri Kidal. 

"Saya tadi berangkat sekitar pukul 07.00 WIB, itu masih belum ada apa-apa. Genangan air juga tidak ada. Tapi saat kembali sekitar pukul 07.30, di situ sudah terlihat airnya meluap," ujar salah satu warga, Riyadi, yang ditemui tak jauh dari lokasi, Selasa (16/11/2021). 

Dari sepengetahuannya, pipa di sekitar daerah tersebut memang sering bocor. Bahkan dalam satu bulan, pipa di daerah tersebut bisa bocor hingga 6 kali. 

Luapan air yang sempat terjadi di sisi timur SDN Kidal.(Foto: Istimewa).

"Kalau di titik yang meluap tadi itu baru sekali ini. Tapi kalau di depan (warung) sate di sebelah baratnya), itu sudah sekitar 5 kali bocor," imbuh dia.

Pantauan di lapangan, di area sekitar Desa Kidal, banyak terdapat pipa HDPE berukuran sekitar 8-10 inch berjajar rapi di pinggir jalan. 

Sementara itu, Perumda Tirta Kanjuruhan saat ini tengah dalam proses mengganti pipa di Desa Kidal.  "Pemilik pekerjaan proyeknya itu (pemerintah) provinsi ya. Jadi, kami ini sebagai operator, melaksanakan pengelolaan. Dengan adanya beberapa kali kebocoran, kami bersurat untuk dilaksanakan evaluasi," ujar Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Kanjuruhan Syamsul Hadi. 

Informasi yang Syamsul terima, pipa yang akan diganti tersebut sepanjang 2.000 meter. Dalam koordinasi yang dilakukan bersama kontraktor pelaksana pekerjaan dan pihak pemilik proyek, Syamsul meminta agar pipa yang berkali-kali bocor itu diganti dengan spek yang lebih tinggi. 

"Iya memang saya minta dengan spek yang lebih tinggi. Dari spek 15 bar menjadi 20 bar. Karena sewaktu-waktu, saat tekanan berubah secara fluktuatif, biasanya langsung pada tekanan 17 bar," pungkas Syamsul. 

Topik
Perumda Tirta Kanjuruhan Malangpeesiden arema fcDirektur Tirta Kanjuruhan Syamsul HadiPSTL di JemberBerita Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru