Incar Bebas Murni, Habib Rizieq Ajukan PK ke MA soal Kasus RS Ummi

Nov 16, 2021 08:53
Habib Rizieq (Foto: IST)
Habib Rizieq (Foto: IST)

JATIMTIMES - Pengacara eks pimpinan FPI Muhammad Rizieq Shihab alias Habib Rizieq, Ichwan Tuankotta, menyebut kliennya akan mengajukan peninjauan kembali (PK) meski Mahkamah Agung (MA) sudah memotong masa tahanan selama 2 tahun. Diketahui, putusan tersebut mengenai kasus penyebaran kabar bohong di tes swab RS Ummi, Bogor yang dilakukan oleh Habib Rizieq. 

Diketahui, Habib Rizieq telah di vonis 4 tahun penjara dalam kasus perkara tes swab di RS Ummi, Bogor oleh Pengadilan Negeri Jaktim pada 24 Juni 2021 lalu.

"Kita tim advokasi Insyaallah akan mengajukan PK peninjauan kembali," kata Ichwan. 

Ichwan mengklaim kliennya tidak bersalah sama sekali terkait kasus tersebut. Terlebih, hanya kasus pelanggaran protokol kesehatan dan itu hanya di ucapan semata.

Ichwan juga mengatakan jika kliennya harus bebas. Ia menilai jika Habib Rizieq tidak layak di penjara meski sehari saja terkait kasus tersebut.

Senada, pengacara Rizieq lainnya, Aziz Yanuar mengatakan pihaknya akan segera mengajukan PK ke MA soal putusan tersebut. Ia mengklaim Habib Rizieq tak layak untuk dipenjara imbas kasus tersebut.

"Sebab hanya kasus Prokes, itu pun hanya ucapan 'Baik-baik saja'," kata Aziz Yanuar.

Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) telah memutuskan untuk mengurangi hukuman Habib Rizieq dari 4 tahun penjara menjadi 2 tahun penjara terkait penyebaran berita bohong hasil tes swab di RS Ummi.

Putusan itu diketok oleh ketua majelis kasasi Suhadi bersama anggota Suharto dan Soesilo pada Senin (15/11/2021) siang. Kasus tersebut berawal saat Pengadilan Negeri Jakarta Timur memvonis Rizieq selama 4 tahun penjara terkait kasus tes swab RS Ummi.

Melihat vonis PN Jaktim itu, Habib Rizieq lantas mengajukan banding. Namun PT DKI Jakarta menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur dengan keputusan 4 tahun penjara.

"Memperbaiki putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor 210/Pid.Sus/2021/PT DKI yang mengubah putusan PN Jaktim Nomor 225/Pid.Sus/2021/PN Jkt. Tmr mengenai pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa menjadi pidana penjara selama dua tahun," dikutip dari amar putusan Selasa (16/11/2021).

Dalam pertimbangannya, majelis menilai terdakwa memang terbukti menyiarkan pemberitahuan bohong dengan sengaja. Namun, dampaknya hanya ada di media massa.

"Meskipun Terdakwa telah terbukti melakukan perbuatan dengan menyiarkan pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat sebagaimana dalam Dakwaan Alternatif Pertama Primair Penuntut Umum," jelas Majelis Hakim.

"Akan tetapi akibat terbitnya keonaran dari perbuatan Terdakwa hanya terjadi di tataran media massa, tidak terjadi adanya korban jiwa/fisik atau harta benda," lanjut Hakim.

Selain itu, Hakim menyebut bahwa Habib Rizieq sudah dijatuhi pidana dalam kasus lain yang merupakan rangkaian terkait perkara Covid-19. 

Topik
Habib Rizieq ShihabHabib Rizieqaziz yanuarFPIberita bohong

Berita Lainnya

Berita

Terbaru