Dinkes Kota Malang Beber Pentingnya K3 untuk Jamin Wilayah Kerja Sehat dan Aman 

Nov 15, 2021 14:58
Suasana kegiatan Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Perkantoran dalam Mewujudkan Tempat Kerja yang Sehat dan Aman di Lingkungan Pemkot Malang tahun 2021 yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, di Hotel Santika, Senin (15/11/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Suasana kegiatan Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Perkantoran dalam Mewujudkan Tempat Kerja yang Sehat dan Aman di Lingkungan Pemkot Malang tahun 2021 yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, di Hotel Santika, Senin (15/11/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Penerapan hidup sehat sejatinya perlu diterapkan diberbagai aspek. Selain lingkungan sekitar dan pribadi, lokasi kerja atau perkantoran perlu juga untuk peduli akan kesehatan.

Hal ini penting, mengingat pekerja atau karyawan perkantoran umumnya menghabiskan sebagian besar waktu kerjanya dalam ruangan dan menggunakan peralatan elektronik termasuk komputer. Yang mana, jika tidak diketahui tatanan aturan maka dapat memicu berbagai gangguan kesehatan.

Hal itulah yang dibahas dalam kegiatan Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Perkantoran dalam Mewujudkan Tempat Kerja yang Sehat dan Aman di Lingkungan Pemkot Malang tahun 2021 yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, di Hotel Santika, Senin (15/11/2021).

Pengelola Program Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Lilik Suharti mengatakan, ada beberapa penekanan untuk mewujudkan perkantoran sehat. Dimana, hal itu tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) No. 48 tahun 2016 tentang Standar K3 Perkantoran.

Sehingga perkantoran wajib menjamin karyawannya, untuk menerapkan beberapa hal ini. Yakni, keselamatan kerja, kesehatan kerja, kesehatan lingkungan kerja perkantoran dan ergonomi perkantoran.

"Ergonomi perkantoran ini salah satunya posisi kerja yang ekonomis. Perkantoran diharapkan melaksanakan K3, kita mengupayakan untuk perkantoran di lingkup Pemkot Malang ini sehat aman, pekerjanya sehat dan selamat," ujarnya.

Adapun, data di Indonesia hingga Minggu (14/11/2021) kemarin, perkantoran yang sudah mengisi Self Assesment (SA) tercatat baru 161 saja. Dengan rincian, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ada 91 perkantoran.

Kemudian, Jawa Tengah sebanyak 35, Jawa Timur termasuk di dalamnya Kota Malang baru ada 15, Kalimantan Tengah 6, Banten 4, dan lainnya sebanyak 10 perkantoran.

Dari jumlah tersebut di wilayah Jawa Timur terbilang masih minim. Hal inilah, yang kemudian menjadikan fokus utama Pemkot Malang melalui Dinkes Kota Malang untuk menguatkan K3 di lingkup perkantoran.

"Keselamatan kerja itu diantaranya termasuk dari keamanannya, terlindung dari bahaya kerja. Bahaya fisik, bahaya kimia, biologi, psikologi dan ergonomi," jelasnya.

Yang mana hal itu bisa didapatkan dari mana saja. Dikatakannya, bahaya fisik bisa muncul dari kondisi  udara pakai AC tertutup. Kemudian, bahaya kimia dari tinta yang kerap digunakan di perkantoran.

Lalu, bahaya biologi, yakni munculnya virus dari benda-benda yang kerap digunakan di perkantoran. Hingga ergonomi perkantoran, bagaimana mengatur jarak meja dan kursi, hingga posisi duduk yang tepat bagi karyawan.

"Itu bisa terjadi di lingkungan kerja yang kotor. Maka, menjaga kebersihan itu perlu. Ergonomi perkantoran itu kan basis kerja aman. Makannya harus di desain senyaman mungkin untuk tata letak ruang kerjanya,  meja dan kursi, dan lainnya," pungkasnya.

Topik
buku diaryKota MalangDinas Kesehatan kota malangDinkes Kota MalangBerita MalangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru