Malang Raya Bicara Permendikbud 30/2021 (17)

PCNU Kabupaten Malang: Permendikbud Tak Perlu Diperdebatkan jika Bagus

Nov 15, 2021 13:25
Kantor PCNU Kabupaten Malang. (foto: istimewa)
Kantor PCNU Kabupaten Malang. (foto: istimewa)

JATIMTIMES - PCNU Kabupaten Malang angkat bicara ihwal Permendikbud 30/2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Lingkungan Perguruan Tinggi. PCNU Kabupaten Malang menilai,  jika dirasa positif, hal itu tentu tidak perlu diperdebatkan. 

Sekretaris PCNU Kabupaten Malang Nur Qomari mengatakan bahwa sebenarnya yang terkait dengan kekerasan seksual di perguruan tinggi itu sudah lama terjadi. Tetapi, selama ini tidak ada tindakan yang efektif atau terkesan diam-diam saja. 

Oleh karena itu, Permendikbud 30/2021 dirasa dapat menjadi jawaban atas tindakan yang kurang maksimal terhadap pelaku kekerasan seksual di lingkup perguruan tinggi.  “Ya kalau memang itu positif dan punya manfaat bagus untuk perkembangan perguruan tinggi dan bisa mencegah (kekerasan seksual) secara dini, saya pikir bagus,” tandas  Nur Qomari. 

Bahkan, Nur Qomari mengaku sekarang korban kekerasan seksual mulai berani untuk buka mulut alias melaporkan peristiwa yang dialaminya. Hal itu karena korban merasa pelaku kekerasan seksual harus mendapatkan ganjaran yang setimpal sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia. 

“Rupanya sekarang sudah mulai ada yang terbuka kan. Sudah banyak yang berani melapor,” ucap Nur. 

Disinggung mengenai banyaknya pihak yang kontra terhadap Permendikbud  330/2021, Nur mengaku hal itu bisa saja karena ada pihak yang berkepentingan lain.  “Ya mungkin ada kepentingan lain. Kami juga tidak tahu dan  tidak begitu menyimak tentang masalah itu. Kami dukung kalau memang itu punya manfaat bisa mencegah (kekerasan seksual),” ujar Nur. 

Khususnya di Malang, Nur Qomari mengatakan tidak ada hal yang signifikan terkait permendikbud yang sedang ramai dibicarakan itu.  “Di Malang tenang-tenang saja. Tidak ada gejolak, tidak ada pro dan kontra. Artinya saya lihat ya sepi-sepi saja. Kalau kita tanya orang per orang, itu bagus, Pak. Ada yang kok begitu. Ya saya pikir cara pemahaman dari sisi kanan kiri barangkali,” ungkap dia.

Topik
kontroversi permendikbudsiram taman saat hujanPCNU Kabupaten Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru