Elite Demokrat Usulkan Jusuf Kalla Jadi Ketua Umum PBNU

Nov 15, 2021 12:19
Jusuf Kalla (Foto: IST)
Jusuf Kalla (Foto: IST)

JATIMTIMES - Mantan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) diusulkan menjadi calon ketua umum PBNU dalam muktamar Desember mendatang. Usulan tersebut datang dari elite Partai Demokrat (PD) Syahrial Nasution.

Diketahui, saat ini di bursa calon ketum (ketua umum) PBNU, ada sejumlah nama. Antara lain, KH Said Aqil Siroj yang siap melanjutkan kepemimpinannya untuk tiga periode, Khatib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf, dan Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar.

"Pak Jusuf Kalla, selain tokoh bangsa, tokoh nasional, tokoh Indonesia Timur, juga tokoh NU. Sangat lengkap pengalaman organisasi dan kemampuannya dalam membesarkan organisasi," kata Syahrial Nasution. 

Syahrial mengatakan seandainya JK berkenan memimpin NU ke depan, tentu makin membuat besar organisasi Nahdliyin.  Deputi Balitbang Partai Demokrat tersebut melihat JK sebagai tokoh bangsa. 

Sayhrial menilai PBNU adalah salah satu organisasi terbesar umat Islam yang mengedepankan pluralisme. Menurut dia, JK tepat untuk posisi ketum PBNU.

"Saya melihat sosok Pak JK sebagai tokoh bangsa. Beliau juga tokoh NU. Kalau ketua umum PBNU dalam posisi saat ini merupakan organisasi besar milik umat yang mengedepankan pluralisme, artinya Pak JK sangat memenuhi syarat," kata Syahrial. 

Syahrial juga mengatakan JK memiliki latar belakang ekonomi dan bisnis yang baik. Jika JK menjadi ketum PBNU, ia beranggapan bahwa PBNU tidak akan punya beban apa pun dalam menjalankan roda organisasi.

Selain itu, Syahrial memuji rekam jejak JK. Ia kemudian menyinggung kerja JK dalam langkah perdamaian dalam negeri dan luar negeri.

"Keberhasilannya dalam menjalin langkah-langkah perdamaian baik di dalam negeri maupun di luar negeri patut diacungi jempol. Itu pun lagi-lagi karena kedekatan beliau dengan ulama dan tokoh-tokoh agama lainnya. Itu pandangan saya," kata Syahrial.

Menakar Peluang JK sebagai calon Ketum PBNU

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno memberikan pandangannya mengenai peluang JK untuk menjabat sebagai ketum PBNU. Adi menilai JK memang berpotensi menjadi calon ketum PBNU.

"JK sangat potensial jadi ketum PBNU. Pengalaman politik, organisasi, dan mengelola jaringan masjid teruji. Dari berbagai penjuru mata angin tak ada yang meragukan kapasitas JK yang punya jaringan kuat. Dan sangat menarik kalau JK ikutan kontes pemilihan ketum PBNU biar lebih variatif karena muncul tokoh NU dari non-Jawa," kata Adi. 

Kendati demikian, jalan JK untuk menjadi ketum PBNU tidak akan mulus. Sebab, JK tidak masuk dalam radar calon ketum PBNU.

"Jikapun ingin maju, JK harus kerja keras dan tak mudah cari dukungan karena calon kuat mengerucut ke dua orang. Kiai Said sebagai petahana dan Gus Yahya. Dan selama ini tradisi ketum PBNU itu harus orang Jawa. Dengan kata lain, JK tak terlampau dihitung jadi calon ketum PBNU," lanjut Adi.

Di sisi lain, Adi mempertanyakan apakah JK punya kemauan untuk maju sebagai caketum PBNU. Ia menilai JK ingin pensiun dari dunia organisasi.

"Problemnya, apa JK mau ikutan tanding jadi ketum PBNU? Rasa-rasanya JK terlihat ingin pensiun dari urusan dunia politik dan organisasi. Karena ngurus NU tak mudah, berat dan begitu beragam," ucap Adi. 

Pendapat Beberapa Pihak

Usulan JK sebagai calon ketum PBNU rupanya juga menarik perhatian beberapa pihak. Salah satunya yakni GP Ansor yang buka suara soal usulan tersebut. 

Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda atau GP Ansor Luqman Hakim mengatakan pihaknya akan lebih bangga jika Jusuf Kalla terpilih menjadi ketua umum Partai Demokrat ketimbang menjadi kandidat ketum PBNU.

"Bila sesuai cara yang elegan dan sesuai aturan, tentu saya sebagai kader NU ikut bahagia dan bangga jika Pak JK yang tokoh NU itu dipercaya memimpin Partai Demokrat," kata Luqman dalam keterangan resminya. 

Luqman menilai langkah JK menjadi kandidat ketum Demokrat akan lebih mudah terwujud. Hal itu disebabkan, elite Partai Demokrat pasti akan lebih mudah mengatur internal organisasinya sendiri dibandingkan organisasi lain seperti NU.

Ia mengaku bahagia jika elite Partai Demokrat menilai JK sebagai tokoh penuh pengalaman dan kemampuan mumpuni di berbagai bidang. "Apakah Pak JK cocok menjadi ketua umum PBNU, biarlah kelak peserta Muktamar NU yang memberi jawaban," kata Luqman. 

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari pihak Jusuf Kalla secara langsung maupun pihak PBNU.

Topik
Jusuf KallaKetua Umum PBNUtoilet disabilitasSperma

Berita Lainnya

Berita

Terbaru