Prabowo-Jokowi Diproyeksi Jadi Penentu Hasil Pilpres 2024, Ini Alasannya

Nov 15, 2021 10:57
Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo (Foto: FIN.CO.ID)
Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo (Foto: FIN.CO.ID)

JATIMTIMES - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut memiliki peran untuk menentukan hasil Pilpres 2024. Beberapa pakar menilai popularitas Prabowo dan Jokowi sangat berpengaruh signifikan pada perolehan suara kandidat-kandidat presiden.

Direktur Eksekutif lembaga survei Development Technology Strategy (DTS) Ainul Huda mengatakan Anies Baswedan akan diuntungkan jika Prabowo tidak maju di 2024. Huda menyebut elektabilitas Anies akan melesat, mendekati kandidat terkuat Ganjar Pranowo.

"Misal Pak Prabowo tidak maju capres, dan itu ada tokoh alternatif Ridwan Kamil, maka Anies dan Ganjar akan bersaing cukup ketat. Dukungannya 33 persen untuk Pak Ganjar, 32 persen untuk Pak Anies," ujar Huda dalam konferensi pers daring, Minggu (14/11/2021).

Namun, jika Prabowo kembali maju nyapres 2024, maka suara Ganjar dan Anies tentu akan berkurang. Elektabilitas Ganjar berada di angka 31,57 persen, sedangkan Anies ke 24,58 persen.

Dampak serupa juga bisa dihasilkan oleh Jokowi pada Pilpres 2024. Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes berpendapat dukungan politik untuk Jokowi akan menjadi penentu pemenangan di 2024.

Pasalnya, saat ini ada sekitar 30 persen pemilih setia Jokowi. Para pendukung itu akan ikut Jokowi apapun yang terjadi. Bahkan, hasil survei DTS menunjukkan para pemilih itu akan memilih Jokowi jika kembali nyapres.

"Bagaimanapun Pak Jokowi popularitas masih tinggi, basis loyalnya juga masih tinggi. Positioning Pak Jokowi di pilpres itu akan menentukan naik-turun perolehan seorang calon," ucap Arya.

Selain itu, Arya juga mengatakan ada sejumlah kandidat presiden yang berpotensi mendapat dukungan politik Jokowi karena faktor kedekatan. Beberapa di antaranya seperti Menteri BUMN Erick Thohir, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menparekraf Sandiaga Uno, Ketua DPP PDIP Puan Maharani, hingga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Arya menyebut, dengan segala variasi yang banyak itu, ia menduga Jokowi akan netral atau mungkin support semuanya.

Topik
JokowiPresiden JokowiPrabowo SubiantoCapresPilpres 2024

Berita Lainnya

Berita

Terbaru