Dokumen Kependudukan Hanyut, Korban Banjir Bandang Bakal Dapat Ganti Gratis

Nov 13, 2021 07:26
Kondisi rumah salah satu warga di kawasan Kampung Putih, RW 06, Kelurahan Klojen, Kecamatan Klojen, Kota Malang yang terendam banjir bandang pada Kamis (4/11/2021) lalu. (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Kondisi rumah salah satu warga di kawasan Kampung Putih, RW 06, Kelurahan Klojen, Kecamatan Klojen, Kota Malang yang terendam banjir bandang pada Kamis (4/11/2021) lalu. (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Warga Kota Malang yang menjadi korban banjir bandang Kamis (4/1½2021) sehingga kehilangan KTP dan KK bisa bernapas lega. Itu karena Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang siap memfasilitasi dengan menggamti hilangnya dokumen penting kependudukan itu.

Kepala Dispendukcapil Kota Malang Eny Hari Sutiarny melalui Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) dan Pemanfaatan Data Dispendukcapil Kota Malang Sudarmanto mengatakan, dalam waktu dekat petugas Dispendukcapil  bersama beberapa anggota DPRD  akan turun langsung ke lokasi terdampak banjir bandang.  Mereka akan melakukan pendataan ke masing-masing kediaman warga.

"Kami sudah koordinasi dengan anggota DPRD. Rencana kami akan turun ke lapangan. Cuma waktunya yang belum. Tapi yang jelas Dispenduk siap untuk membantu," ungkap Sudarmanto.

Nantinya, dalam pendataan, warga di kawasan terdampak banjir bandang akan ditanya mengenai dokumen-dokumen pribadi apa saja yang hilang karena hanyut. Kemudian warga  diminta  menunjukkan bukti kepemilikan dengan fotokopi KTP atau KK yang masih ada. Pasalnya, untuk menyeleksi identitas warga, Dispendukcapil membutuhkan nomor induk kependudukan (NIK).

Namun, jika para korban banjir bandang hanya mengingat nama tanpa memiliki fotokopi atau mengingat NIK, petugas Dispendukcapil akan melakukan pengecekan biometrik untuk pencarian data warga tersebut. "Satu orang kami cek biometrik, maka satu keluarga akan ketemu semua datanya," ujar Sudarmanto.

Jika data sudah ditemukan dengan lengkap, nantinya petugas Dispendukcapil  akan mencari kelengkapan lainnya berdasarkan database yang dimiliki Dispendukcapil.

Tetapi, Sudarmanto mengimbau,  pengurusan dokumen pribadi seperti KTP maupun KK dapat diurus secara berkelompok. "Kalau bisa ,itu melalui kelompok, baik itu RT/RW atau kelurahan, biar lebih mudah daripada orang per orang satu per satu," kata Sudarmanto.

Terkait penyertaan surat kehilangan, Sudarmanto mengatakan, jika petugas Dispendukcapil  yang turun ke lokasi rumah warga untuk melakukan pendataan, tidak memerlukan surat kehilangan.

"Tapi kalau warga yang melapor sendiri, agar kita tahu bahwa warga itu benar, saat datang ke Dispenduk, perlu dilengkapi (surat kehilangan). Karena kami tidak tahu terdampak atau tidak," ucap Sudarmanto.

Disinggung mengenai biaya pengurusan dokumen pribadi tersebut, Sudarmanto menegaskan bahwa baik terjadi banjir ataupun tidak, pengurusan dokumen kependudukan bersifat gratis. "Kena banjir atau tidak kena banjir, sudah gratis semua. Tidak ada biaya di Dispenduk itu," tandas Sudarmanto.

Terkait data yang masuk, sementara Dispendukcapil Kota Malang telah menerima data kehilangan dari pihak Polresta Malang Kota. Jajaran Satlantas Polresta Malang Kota sejak Selasa (9/11/2021) telah melakukan pendataan beberapa dokumen penting milik warga yang hilang terdampak banjir bandang.

"Kemarin dapat data dariPolresta.a Ada 4 orang yang kehilangan KK dan KTP. Sudah diserahkan ke kami. Sudah kami proses dan cetak semua. Itu warga Kelurahan Klojen, Kampung Putih," pungkas Sudarmanto.

Topik
Dispendukcapil Kota Malangbanjir bandan kota batuDokumen KependudukanPemkot MalangKota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru