Ketua PWNU Jatim Marzuki Mustamar Sebut Anies Baswedan sebagai Capres 2024

Nov 12, 2021 18:40
Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar (kanan) saat bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam satu mobil milik Kiai Marzuki di Ponpes Sabilurrosyad, Jumat (12/11/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar (kanan) saat bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam satu mobil milik Kiai Marzuki di Ponpes Sabilurrosyad, Jumat (12/11/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES -  Pengasuh Ponpes Sabilurrosyad sekaligus Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) KH Marzuki Mustamar sempat melontarkan pernyataan bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merupakan calon presiden (capres) 2024.  Pernyataan itu disampaikan ketika Anies berkunjung ke Ponpes Sabilurrosyad di Gasek, Malang, Jumat 12 November 2021.

Sebutan capres diungkapkan Marzuki ketika selesai menunaikan salat Jumat. Ketika berjalan bersama dengan Anies, beberapa keluarga  Kiai Marzuki dan anak-anak kecil di sekitar Ponpes Sabilurrosyad menyempatkan untuk berfoto bersama  Anies. 

Ketika mengarahkan Anies dan keluarganya berfoto bersama, Marzuki melontarkan pernyataan bahwa Anies merupakan capres 2024. "Ini calon presiden kita, ayo foto-foto," ujar  Marzuki kepada keluarganya.

Ketika ditanya mengenai pernyataan tersebut, Marzuki meminta agar tidak ditanggapi secara serius. Dipertegas mengenai pernyataan tersebut yang dilontarkan pada  Jumat sebagai salah satu hari baik, Marzuki tetap meminta untuk tidak diseriusi. 

"Sampeyan anak kecil ditanggapi serius. Anak kecil mau foto itu loh, ya biar diseriusi anak kecil," kata Marzuki lalu tertawa. 

Namun, Marzuki mengakui telah banyak bertukar pikiran dengan Anies terkait pentingnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  "Apa pun jangan dikedepankan mengalahkan NKRI. Termasuk kami khutbah, persatuan yang utama. Ketika NKRI bersatu ditambah beliau (Anies Baswedan) syaratnya bersatu, harus adil," ucap Marzuki. 

Menurut Marzuki, tidak mungkin dalam kondisi ketimpangan sosial terjadi, rakyat dipaksa untuk bersatu. "Kalau negeri ini sudah baik, bersatu baldatun thoyyibatun warobbun ghofur, siapa pun yang mimpin gampang," ujar Marzuki. 

Mengenai kepemimpinan, Marzuki sedikit mengulas kisah kepemimpinan dari para sahabat Nabi Muhammad SAW yang masuk dalam Khulafaur Rasyidin. Dia mengatakan sahabat Abu Bakar sukses dalam memimpin karena rakyatnya bersatu yang membuat tidak repot. 

"Amr Bin Ash ngritik Ali bin Abi Thalib, Ali kamu katanya pintar, orang terpintar setelah nabi, menantunya nabi lagi. Tapi nyatanya mimpin negara jadi kacau kayak begini. Apa kata Ali ? Saat Abu Bakar mimpin negara, rakyatnya orangnya seperti kami-kami ini. Sekarang jadi aku yang menjadi kepala negara, rakyatnya kayak kamu-kamu ini," ungkap  Marzuki mengisahkan kepemimpinan pada zaman setelah Nabi Muhammad SAW. 

Artinya, sambung Marzuki, sehebat apa pun seseorang memimpin sebuah negara, jika rakyatnya atau bangsanya belum beres atau bagus, maka akan menjadi sulit untuk menjalankan sebuah pemerintahan. 

"Maka yang paling penting itu nggak bicara siapa pemimpinnya, tapi bagaimana terus merajut persatuan, menyamakan ide, menyamakan pikiran, menyamakan visi misi, menyamakan program untuk NKRI," tandas Marzuki. 

Sementara itu, seperti yang diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat ditanya mengenai peluang untuk maju sebagai calon oresiden (capres) 2024, dirinya menuturkan masih fokus mengurus DKI Jakarta.  "Saya lagi ngurusin Jakarta, sedang ngurusi Jakarta," jawab Anies.

Topik
Anies BaswedanKetua PWNU JatimKH Marzuki MustamarCapres 2024

Berita Lainnya

Berita

Terbaru