Lewat Tritura, Mahasiswa Farmasi Tuntut Revolusi Farmasi

Nov 12, 2021 17:56
Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi (ISMAFARSI) yang menyampaikan Tritura(Ist)
Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi (ISMAFARSI) yang menyampaikan Tritura(Ist)

JATIMTIMES - Sekretaris Jendral Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi (ISMAFARSI) Damas Raja Alvinu Fajri menuntut adanya revolusi farmasi. Pria yang juga merupakan mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang ini, menyampaikan tiga tuntutan Tritura atau Tri Tuntunan Rakyat Farmasi.

Dijelaskannya, jika tuntutan tersebut dilatari kekhawatiran terhadap nasib kefarmasian di masa mendatang. Pasalnya, sampai saat ini, perkembangan Rancangan Undang-Undang Kefarmasian (RUUF) masih tidak ada perkembangan di meja legislatif (DPR RI).

revolusi-farmasi-01fd0942f127d6ecc3.png

Akibatnya, banyak kriminalisasi apoteker yang terjadi. Ditambah pelayanan kefarmasian yang tidak optimal. Selain itu, yang menjadi permasalahan juga bidang produksi kefarmasian 90 persen lebih masih impor obat. Kembali lagi, hal tersebut lantaran tidak memiliki kekuatan di mata hukum dan negara karena tidak terdapat UU yang mengaturnya secara jelas dan tegas.

2

Padahal, farmasi merupakan multisektoral yang keberadaannya sangatlah penting. Mulai dari produksi, distribusi, pelayanan dan dengan sediaannya yang terdiri dari obat, alat kesehatan, kosmetik dan lainnya menjadi hal yang harus menjadi perhatian.

"Kita mengadvokasikan Undang-Undang Kefarmasian sejak 2015 yang tak kunjung dibahas. 2019 kita pernah aksi di depan gedung DPR RI, akhirnya masuk Prolegnas, tapi habis itu keluar lagi. Nah sekarang kita ingin bahwa farmasi diatur dalam undang-undang minimalnya masuk prolegnas 2022," tutur Damas, Jumat (12/11/2021).

Dengan kondisi tersebut, seluruh Ketua Lembaga Eksekutif Mahasiswa se-Malang Raya yang mewakili 104 Lembaga Lembaga Eksekutif Mahasiswa Farmasi di Seluruh Indonesia menuntut Tritura (Tri Tuntutan Rakyat) Farmasi.  Sehingga bersamaan dengan momentum HKN, pihaknya mewakili mahasiswa farmasi seluruh Indonesia mendesak legislatif dalam hal ini DPR RI dan Pemerintah (Presiden) untuk segera menjawab tuntutan Tritura. 

Di sisi lain pihaknya juga mengharapkan adanya perubahan dan itikad baik yang dilakukan badan legislatif (DPR RI) baik itu Ketua DPR RI, Komisi IX, dan Badan Legislatif untuk membuat dan melakukan forum terbuka dengan mahasiswa dan organisasi profesi yang menaungi kefarmasian.

"Kami harap nantinya forum ini dapat dilaksanakan paling lambat pada 15 November 2021 dengan media yang disetujui, baik luring ataupun daring," papar Damas. 

Adapun isi tuntutan Tritura tersebut adalah :

1. RUU Kefarmasian masuk dalam Prolegnas Prioritas 2022 dan dibahas serta dirumuskan pada tahun 2022. 
2. Perumusan RUU Kefarmasian melibatkan seluruh stakeholder dan diwadahi oleh DPR RI sebagai lembaga legislatif yang harus menciptakan revolusi kehidupan berprofesi. 
3. Perumusan RUU Kefarmasian harus segera disahkan sehingga mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. 

Topik
revolusi farmasitritura farmasikasus hukum kecelakaan vanessa

Berita Lainnya

Berita

Terbaru