Bahas Potensi Loss Learning, Unikama Gelar Kuliah Tamu Kolaborasi dengan UMM Hadirkan Atase Dikbud KBRI Bangkok

Nov 11, 2021 18:19
Tampilan peserta yang mengikuti kegiatan kuliah tamu secara virtual melalui aplikasi Zoom. (Foto: Tangkapan layar Youtube Universitas PGRI Kanjuruhan Malang)
Tampilan peserta yang mengikuti kegiatan kuliah tamu secara virtual melalui aplikasi Zoom. (Foto: Tangkapan layar Youtube Universitas PGRI Kanjuruhan Malang)

JATIMTIMES - Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kuliah tamu bertajuk "Dinamika Proses Pembelajaran Untuk Mengurangi Loss Learning Akibat Dampak Pendemi Covid-19". Kuliah tamu hasil kolaborasi ini  menghadirkan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) KBRI Bangkok-Thailand Ir Achmad Wicaksono MEng PhD. 

Rektor Unikama yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan Drs Choirul Hudha MSi mengucapkan terima kasih atas kehadiran Atase Dikbud KBRI Bangkok-Thailand Achmad Wicaksono yang akan memberikan pemaparan mengenai pembelajaran di tengah Covid-19.

"Mungkin bisa kita petik, apa yang bisa kita lakukan, terutama di tengah pandemi Covid-19 ini, mungkin di Bangkok Thailand seperti apa, nanti bisa kita studi komparasi secara virtual yang secara riil dari beliau," ungkap Choirul Hudha. 

Terlebih lagi atas arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim terkait Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) merupakan suatu langkah yang baik untuk menunjang kemampuan mahasiswa di luar program studi yang digelutinya. 

"Raihlah manfaat, capailah sesuatu yang mungkin tidak akan kita temui di tempat lain kecuali disini," ujar Choirul Hudha. 

Dosen

Sementara itu, Kepala Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Unikama Dr Cicilia Ika Rahayunita MPd menyampaikan, pihaknya menyambut baik program pemerintah untuk saling berkolaborasi demi terwujudnya MBKM. 

"Ini wujudnya, kita berjuang bersama-sama untuk berkolaborasi dan mewujudkan cita-cita kami bersama, kolaborasi Unikama dengan Universitas Muhammadiyah Malang," kata Cicilia. 

Pihaknya juga meminta arahan dari Atase Dikbud KBRI Bangkok-Thailand Achmad Wicaksono untuk memberikan ilmu dan pengarahan kepada semua peserta yang hadir secara virtual. "Dan kita mampu mengimplementasikan di dunia pendidikan baik di UMM maupun di Universitas PGRI Kanjuruhan," ujar Cicilia. 

Dosen

Sementara itu, Kepala Prodi PGSD UMM Arina Restian SPd MPd mengatakan, hadirnya kuliah tamu mengenai "Dinamika Proses Pembelajaran Untuk Mengurangi Loss Learning Akibat Dampak Pendemi Covid-19" dapat sesuai dengan program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. 

"Saat ini Indonesia mengalami Loss Learning dan hadirnya kuliah ini itu sangat luar biasa sekali, luaran produk dari kuliah tamu ini, nanti karyanya akan kita satukan. Jadi kita satukan dan ISBN kan, bahwasannya kita betul-betul belajar disitu," jelas Arina.

Lebih lanjut, mengenai kuliah tamu terkait "Dinamika Proses Pembelajaran Untuk Mengurangi Loss Learning Akibat Dampak Pendemi Covid-19" Achmad Wicaksono menyebutkan, pandemi Covid-19 mendorong perubahan struktural secara cepat. 

"Ketika 188 negara di dunia menutup sekolahnya maka alternatifnya belajar dari rumah atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)," ungkap  Wicaksono. 

Pihaknya pun membeberkan sebuah data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI pada tahun 2020 terkait pengguna internet di dunia pendidikan Indonesia. "Paling rendah tentu SD 25,10 persen, SMP 48,53 persen, SMA 70,54 persen, S1 79,23 persen, S2 dan S3 88 persen," beber Wicaksono. 

Dengan penerapan PJJ di Indonesia, sudah otomatis akan berhubungan dengan jaringan internet untuk memperlancar PJJ yang berlangsung secara online. Namun, menurutnya banyak siswa dan guru yang capaian pembelajarannya rendah akibat akses internet yang kurang mumpuni. 

Ditambah lagi, dengan penerapan PJJ otomatis orang tua juga akan terbagi lagi waktu kegiatannya dalam sehari untuk mendampingi anak. Tidak jarang juga orang tua yang mungkin tidak memiliki waktu untuk mendampingi anak dalam pelaksanaan PJJ. "Jadi ini yang kita indikasikan akan berdampak pada loss learning," kata Wicaksono. 

Mantan Wakil Dekan 1 Fakultas Teknik Univeesitas Brawijaya (UB) ini menyebutkan, kemampuan akademis murid yang tinggi atau rendah salah satu indikatornya yakni tingkat aksesibilitas alat komunikasi elektronik. Selain itu komunikasi antara orang tua dan guru juga berpengaruh pada pelaksanaan PJJ yang dapat memperlihatkan kualitas murid dalam hal akademis. 

Pemateri

Wicaksono pun mengatakan, di beberapa sekolah yang ada di Thailand pada saat awal mula pandemi Covid-19, skema pembelajaran yang dilakukan oleh pemerintah yakni dengan mengenakan alat pelindung diri berupa kotak plastik yang dipasang di masing-masing meja murid. 

"Kalau kita lihat libur sekolah pada saat terjadi pandemi Covid-19, dihitung dari Februari 2020 sampai April 2021. Indonesia liburnya sekitar 150 hari yang partially closed, sedangkan di Thailand lebih sedikit liburnya ada sekitar 100 hari, lada tahun 2020 kondisi di Thailand lebih baik dari Indonesia," jelas Wicaksono. 

Saat ini pembelajaran yang dilakukan di Bangkok-Thailand masih memperlakukan PJJ. Pasalnya salah satu syarat belum terpenuhi yakni tingkat vaksinasi murid dan guru yang minimal 85 persen harus sudah tervaksin hingga dosis kedua. 

Namun, pihaknya menuturkan di Bangkok-Thailand terdapat banyak channel televisi yang masing-masing dikhususkan untuk setiap jenjang pendidikan. 

"Kalau di Indonesia kan ada TV Edukasi untuk semua jenjang, kalau di Bangkok Thailand itu masing-masing ada channelnya sendiri, itu lebih baik dari pada kita di sisi ini, kalau anak kelas satu ya dia melihat DL-1," terang Wicaksono. 

Lebih lanjut, Wicaksono pun menyebutkan beberapa langkah menghadapi ancaman loss learning bagi para siswa-siswi di Indonesia. Yakni dengan meminimalisir angka putus sekolah; memastikan fasilitas sanitasi dan cuci tangan lengkap di sekolah; identifikasi yang masih diingat dan dilupakan siswa; perluas akses internet dan perangkat digital; di daerah terpencil; aturan check in lewat telepon atau langsung dan jalankan protokol kesehatan; serta evaluasi kualitas materi ajar PJJ dengan partner.

Selain itu, juga harus ada 10 pembiasaan karakter siswa oleh guru. Diantaranya, kejujuran, disiplin keras, mudah bergaul, dukungan pendamping, kerja keras, kecintaan pada yang dikerjakan, kepemimpinan, kepribadian kompetitif, hidup teratur dan kemampuan menjual ide.

Terakhir, pihaknya berpesan agar para tenaga pendidik di masing-masing jenjang pendidikan yang ada di Indonesia agar menerapkan blended learning pasca pandemi Covid-19. 

"Karena kita belum tahu suatu saat akan online dan offline. Bukannya tidak mungkin suatu ketika terjadi lonjakan yang terpapar covid akan dilakukan online lagi. Pembelajaran yang disarankan adalah blended learning," pungkas Wicaksono.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
UnikamaKuliah TamuChoirul Hudacicilia ika rahayunitaUMMarina restian

Berita Lainnya

Berita

Terbaru