Wabup Malang Optimis Angka Kemiskinan di Kabupaten Malang Tinggal 9,02% pada 2022

Nov 10, 2021 20:10
Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memprediksi bahwa pada tahun 2021 ini, angka kemiskinan bisa turun. Bahkan, hal tersebut diyakini lantaran sudah ada kenaikan tingkat perekonomian masyarakat Kabupaten Malang. 

Meskipun pada tahun 2020 lalu, berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Pusat Statistika (BPS) Kabupaten Malang, angka kemiskinan di Kabupaten Malang sempat ada kenaikan, jika dibandingkan dengan tahun 2019. 

Pada tahun 2019 lalu angka kemiskinan di daerah dengan 33 kecamatan ini sejumlah 9,47 persen dari total 2,65 juta penduduk, atau sekitar 246 ribu jiwa.

Sedangkan akibat pandemi Covid-19 sejak tahun 2020, angka tersebut naik menjadi 10,15 persen atau menjadi 265 ribu jiwa. Itu artinya, jika dikalkulasi, angka kemiskinan di Kabupaten Malang kurang lebih bertambah sebesar 18 ribu jiwa sepanjang tahun 2020. 

Dan di tahun 2022 mendatang, Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto berkeyakinan bahwa angka kemiskinan bisa turun dan hanya tinggal 9,02 persen. Hal itu ia yakini lantaran upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Kabupaten Malang dinilai berhasil.

"Pada tahun 2022, jumlah presentase angka kemiskinan diprediksi dapat menurun di kisaran 9,02 persen," ujar Didik. 

Selain itu, menurutnya saat ini sudah banyak program yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang yang banyak melibatkan masyarakat. Di mana salah satu konsepnya, dalam setiap program pembangunan, harus melibatkan warga lokal sebagai pekerjanya. 

Sehingga, program yang dibuat juga diproyeksikan bisa menjadi tambahan pendapatan bagi masyarakat. 

"Istilahnya program pembangunan terpadu dalam penanganan kemiskinan," imbuh Didik, politisi PDI Perjuangan ini. 

Untuk diketahui, pada tahun 2021 ini, Pemkab Malang menyiapkan anggaran sebesar Rp 362 Milyar untuk PEN. Dari anggaran tersebut, anggaran yang bisa digunakan untuk menumbuhkan perekonomian warga melalui jalan atau fasilitas lainnya sebesar Rp 213 miliar.

"Selain pembangunan, pemerintah juga telah banyak memberikan bantuan kepada warga terdampak. Harapannya hal ini juga punya andil yang besar untuk mengurangi angka kemiskinan," pungkas Didik. 

Topik
Ekonomi NasionalPembangunan Ekonomi NasionalPemkab Malangdakwaan edi rumpoko

Berita Lainnya

Berita

Terbaru