Wujudkan Pasar Sehat, Dinkes Kota Malang Jalin Kolaborasi

Nov 10, 2021 16:03
Suasana Workshop Pembinaan Program Pasar Sehat yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, di Hotel Savana, Rabu (10/11/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Suasana Workshop Pembinaan Program Pasar Sehat yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, di Hotel Savana, Rabu (10/11/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Keberadaan pasar rakyat di Kota Malang menjadi perhatian serius. Semata, untuk menciptakan kondisi yang aman, nyaman, dan sehat baik bagi pengunjung dan pedagang. Hal ini diseriusi dengan menjalin kolaborasi antar elemen. Sehingga, kondisi pasar sehat bisa merata di semua pasar rakyat di Kota Malang.

Salah satu upaya ini dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dengan menggelar Workshop Pembinaan Program Pasar Sehat, di Hotel Savana, Rabu (10/11/2021).

Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Agus Widodo mengatakan, berbagai pihak yang terlibat pengelolaan pasar rakyat diberikan pembinaan mengenai pasar sehat. Termasuk, petugas sanitarian di setiap puskesmas yang bersinggungan langsung dengan kebersihan lingkungan.

"Dengan adanya pembinaan pasar ini, masing-masing komponen, baik pedagang hingga sanitasi bisa bersinergi, berkolaborasi. Bagaimana pasar ini bisa berubah lebih sehat," ujarnya.

Adapun, dijelaskannya, syarat pasar sehat sesuai SNI terbagi beberapa macam. Seperti, persyaratan umum pasar rakyat harus memenuhi syarat kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kenyamanan.

Kemudian, persyaratan teknis meliputi pengaturan tentang zonasi, ruang dagang, koridor, pos ukur ulang, dan sidang tera. Selanjutnya, persyaratan pengelolaan terkait dengan manajemen pengelolaan pasar secara profesional.

"Sarana prasarana itu penting, lalu lokasi stan-stan pedagang. Pencahayaannya, ventilasinya, dan lain-lainnya. Sehingga, kalau pasar sudah dibenahi, sesuai kategori pasar sehat maka tidak akan kalah nyaman dengan pasar modern," jelasnya.

Meski begitu, mewujudkan pasar sehat tidaklah mudah. Salah satu yang sering menjadi kendalanya, yakni berkaitan dengan zonasi. Seperti pemilahan pedagang yang terpetakan sebagaimana mestinya. 

"Kendala itu seringnya pada zonasi. Kadang pedagang tidak mau pindah karena sudah terbiasa, takut pelanggannya hilang atau seperti apa. Padahal salah satu syarat pasar sehat itu, pedagang baju satu zonasi, jual daging, ayam di satu zonasi begitu," terangnya.

Melalui pembinaan ini, menurut Agus, upaya mewujudkan pasar sehat bisa lebih dioptimalkam. Saat ini, dari semua pasar rakyat di Kota Malang saat ini memang tengah bertahap untuk bisa mencapai itu. Salah satu yang dijadikan percontohan adalah Pasar Oro-Oro Dowo.

"Minimal seperti pasar Oro-Oro Dowo, bersih, tertata rapi. Juga pedagangnya paham untuk menjaga itu, tidak membuang sampah sembarangan, alat cuci tangan juga ada. Sarana prasarananya dilengkapi," pungkasnya.

Topik
Dinkes Kota Malangpasar rakyat Kota Malangwindu priyo prayitno

Berita Lainnya

Berita

Terbaru