'Si Ikan Nila' Bawa Kota Malang Raih Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2021

Nov 09, 2021 16:56
Wali Kota Malang Sutiaji (enam dari kiri) saat menghadiri acara serah terima penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2021 di NCC Balai Kota Malang, Selasa (9/11/2021). (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (enam dari kiri) saat menghadiri acara serah terima penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2021 di NCC Balai Kota Malang, Selasa (9/11/2021). (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

JATIMTIMES - Kota Malang semakin menunjukkan eksistensinya dalam bidang kreativitas. Melalui inovasi "Si Ikan Nila" Kelurahan Bakalankrajan, Kecamatan Sukun berhasil menyabet penghargaan di ajang Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2021.

Wali Kota Malang Sutiaji menerima penghargaan itu secara virtual di Ngalam Command Center (NCC) Balai Kota Malang, Selasa (9/11/2021) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PANRB) RI

Ajang tersebut menjadi pembuktian bahwa pelayanan publik di Kota Malang tidak hanya sebatas rutinitas semata, tapi terus dikembangkan untuk inovasi dan kreativitasnya.

kominfo-0404c5febb78bdaed8.png

“Semoga dengan diraihnya penghargaan ini, percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Malang dapat terdorong. Serta memicu tumbuhnya model-model pelayanan yang inovatif serta menginspirasi lainnya,” ujar Sutiaji.  

Sebagai informasi, Inovasi "Si Ikan Nila" merupakan sentra intensif budidaya ikan nila menggunakan sistem bioflok. Budidaya ikan nila merah ini memanfaatkan lahan tidak produktif atau sempit pada kawasan perkotaan.

Dengan menggunakan teknologi bioflok secara kewilayahan berbasis pemberdayaan masyarakat dan keswadayaan wilayah dengan sistem kemitraan. Keunggulan bioflok sendiri antara lain produktivitas tinggi dengan panen lebih cepat, hemat lahan, serta hemat air.

Melibatkan 85 pembudidaya, inovasi Kelurahan Bakalankrajan tersebut mayoritas diisi oleh generasi milenial. Setiap tahunnya, produksi budidaya ikan ini tembus 26,4 ton ikan nila, dan meraup omzet hingga Rp 660,9 juta.

Atas kinerja para pihak dalam mengembangkan inovasi dan kreatifitas, Sutiaji memberikan apresiasinya. Ke depan, ia mengharapkan terus berkembang inovasi-inovasi lain di Kota Malang yang juga bisa menorehkan prestasi.

"Saya sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung keberhasilan ini. Ke depan harus terus ditingkatkan untuk mengukir prestasi di Kota Malang," pungkasnya.

Topik
kelurahan bakalankrajan kota malangkasus bunuh diri di lumajangWalikota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru