FIA UB Helat Konferensi Internasional AICoBPA 2021, Kaji Pemulihan Sosial-Ekonomi Pasca Pandemi

Nov 08, 2021 16:59
Dekan FIA UB, Assoc Prof Andy Fefta Wijaya MDA PhD (tengah) dan Chairperson of AICoBPA 2021, Mohammad Iqbal, MIB DBA (dua dari kiri)(Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Dekan FIA UB, Assoc Prof Andy Fefta Wijaya MDA PhD (tengah) dan Chairperson of AICoBPA 2021, Mohammad Iqbal, MIB DBA (dua dari kiri)(Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Annual International Conference on Business and Public Administration (AICoBPA) bakal dihelat Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB). AICoBPA digelar untuk mengulas dan membuat formulasi percepatan pemulihan sosial-ekonomi di masa pandemi serta mewadahi sharing ilmu pengetahuan, pengalaman berdasar penelitian dosen baik di dalam maupun luar negeri.

Dekan FIA UB, Assoc Prof Andy Fefta Wijaya MDA PhD, menjelaskan, tema besar yang diusung dalam AICoBPA tahun ini adalah “Synergising Public and Private Sectors to Accelerate Socio-Economics Recovery from the Pandemic”. Tema ini berkaitan erat dengan terjadinya pandemi Covid19 yang memukul banyak sektor, di antaranya adalah sektor-sektor yang selama ini menjadi fokus kajian program studi di FIA UB, seperti sektor bisnis, sektor pariwisata, dan sektor pendidikan. 

"Seperti penerapan prokes di masyarakat, misalnya di warung atau depot, termasuk juga bagaimana masyarakat turut memberikan sanksi terhadap mereka yang tidak patuh Promes," ungkap Andy Fefta Wijaya, Senin (8/11/2021).

Lebih lanjut dijelaskannya, meskipun begitu, masih belum semua berjalan atau tersinergi dengan baik, seperti halnya dalam upaya percepatan pemulihan sosial ekonomi di masa pandemi. "Masih ada pelanggaran dari kalangan masyarakat, bahkan dari tokoh publik juga," tuturnya.

Masih belum kompletnya sinergitas ini, menurutnya lantaran pemerintah masih gamang dalam upaya penanggulangan. Sebab, terdapat faktor-faktor pengaruh, dimana sisi satu terdapat tekanan ekonomi, namun pada sisi lain tak kalah penting juga terdapat faktor kesehatan.

Berjalannya waktu, di mana kasus Covid-19 naik, pemerintah kemudian mulai fokus dalam melakukan penanggulangan. Penerapan PPKM dan vaksinasi menjadi langkah yang turut berpengaruh. Dan setelah kasus mulai menurun, upaya untuk menstabilkan sosial-ekonomi masyarakat menjadi fokus yang harus dilakukan dengan tetap tak lalai prokes.

Melalui konferensi inilah, paparan dari para presenter diharapkan para peserta dapat saling berbagi pemikiran-pemikiran untuk menyinergikan sektor-sektor publik dan swasta dalam rangka mempercepat pemulihan sosial-ekonomi dari pandemi.

"Hasilnya akan kita sampaikan pada pemerintah pusat dan daerah, sehingga bisa dielaborasi dalam kebijakan yang strategis. Kita selalu menyuarakan agar bagaimana kemanfaatan setiap acara ilmiah ini bisa dieksekusi baik di tingkat level pusat maupun daerah," paparnya.

Sementara itu, Chairperson of AICoBPA 2021, Mohammad Iqbal, MIB DBA menambahkan, 552 peserta diproyeksikan akan ikut dalam konferensi ini dengan 212 presenter dan total 60 lebih manuskrip paper.

Pada sesi parallel discussion, ada 60+ paper yang akan presentasi secara berkelompok dan masing-masing masuk panduan seorang moderator. Setiap paper yang sudah masuk review AICoBPA akan mendapat kesempatan tayang di sejumlah jurnal akademik pilihan dari panitia.

“22 universitas dan berbagai akademisi dari 9 negara terlibat. Banyak penelitian soal efek pandemi, misalnya di sektor pariwisata, wirausaha dan UMKM. Tetapi, ada juga yang memunculkan penelitian soal isu krusial seperti perpajakan," tuturnya.

Sementara itu, Wakil MPR Ketua MPR RI Fadel Muhammad, serta Sandiaga Uno menjadi keynote speaker dalam konferenso internasional ini. Selain itu, akademisi dari berbagai negara seperti Amerika, Oman, Asia Pasifik, Australia, Malaysia, Indonesia akan hadir. 

Daftar Pembicara Dalam AICoBPA 2021.

1. Assoc Prof Kalu Osiri PhD, profesor bidang bisnis dan kewirausahaan dari University of Nebraska-Lincoln, Amerika Serikat.

2. Dr Zahran Al Salti pakar ilmu perpustakaan dan ilmu informasi dari Sultan Qaboos University, Oman.

3. Dr Ethel Agnes Pascua-Valenzuela, Director South East Asian Ministers of Education (SEAMEO) Secretariat, sebuah asosiasi para menteri pendidikan di kawasan Asia Tenggara dan berkedudukan di Bangkok, Thailand.

4. Dr John McLaren, pakar perpajakan dan keuangan dari University of Tasmania, Australia.

5. Prof Dr Ahmad Martadha Mohammad, pakar kebijakan publik dari Universiti Utara Malaysia, Malaysia.

6. Mohammad Iqbal MIB DBA, akademisi bidang administrasi bisnis dari FIA UB.

7. Dr Fadillah Amin PhD akademisi bidang administrasi publik dari FIA UB.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Universitas Brawijayaandy fefta wijayaFIA UB

Berita Lainnya

Berita

Terbaru