Hasil Pelatihan Disnaker Kota Malang, 22 Pekerja Pabrik Rokok Hasilkan 3 Model Pakaian

Nov 07, 2021 17:48
Kepala Bidang Tenaga Kerja Disnaker-PMPTSP Kota Malang Titis Andayani (duduk tengah kerudung kuning) bersama Kepala LPK Ganesha Nailah Chamidah dan para pekerja pabrik rokok setelah mendapatkan Pelatihan menjahit busana muslim bertempat di SMKN 3 Malang, Minggu (7/11/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Kepala Bidang Tenaga Kerja Disnaker-PMPTSP Kota Malang Titis Andayani (duduk tengah kerudung kuning) bersama Kepala LPK Ganesha Nailah Chamidah dan para pekerja pabrik rokok setelah mendapatkan Pelatihan menjahit busana muslim bertempat di SMKN 3 Malang, Minggu (7/11/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Sebanyak 22 pekerja pabrik rokok di Kota Malang telah mengikuti pelatihan kerja berdasarkan unit kompetensi muslim fashion yang digelar Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang menggandeng LPK Ganesha Malang yang bertempat di SMKN 3 Kota Malang. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang Erik Setyo Santoso melalui Kepala Bidang Tenaga Kerja Titis Andayani mengucapkan selamat kepada 22 pekerja pabrik rokok Kelas A Muslim Fashion yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pelatihan. 

Pihaknya mengaku bangga, dalam kurun waktu empat hari mulai 4 sampai 7 November 2021, sebanyak 22 orang pekerja pabrik rokok telah menghasilkan tiga model pakaian. Yakni atasan atau outter, rok dan gamis. 

"Kami bangga sekali mulai pengarahan, pelaksanaan kegiatan sampai selesai, para pekerja pabrik rokok sangat antusias," ungkapnya saat memberikan sambutan di Aula SMKN 3 Malang, Minggu (7/11/2021). 

Salah satu pekerja pabrik rokok yang memperhatikan outter yang telah dibuat.

Beberapa materi pun diberikan oleh para instruktur dari LPK Ganesha Malang. Mulai motivasi wirausaha, mengenal mesin jahit, mengukur bagian tubuh, pola dasar rok, pola dasar blus, pola dasar gamis, praktek cara menjahit dan peragaan. 

"Terima kasih LPK Ganesha dan dukungan SMKN 3 Malang. Pelatihan mulai awal sampai akhir telah berjalan dengan lancar," ujarnya. 

Seusai menjalani rangkaian kegiatan selama empat hari, para pekerja pabrik rokok pun diberikan kesempatan untuk menjadi model peragaan atas busana yang telah dijahitnya. Mulai pekerja pria maupun wanita, bergantian bergaya menunjukkan busana yang telah mereka jahit. 

Lebih lanjut, Erik menyampaikan, dengan kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, banyak pekerja pabrik rokok yang mengalami pengurangan pendapatan karena pengurangan jam kerja. 

Nantinya, setelah mengikuti pelatihan berdasarkan unit kompetensi muslim fashion, minimal pekerja pabrik rokok mendapatkan ilmu mengenai menjahit. Nantinya dapat menjadi bekal untuk membuka usaha sampingan. 

"Setelah mendapatkan pelatihan apabila sudah bisa menciptakan pekerjaan sampingan, siapa tahu bisa berkembang dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan di sekitarnya," terang Erik. 

Salah satu pekerja pabrik rokok yang memperagakan gamis yang telah dibuat.

Pasalnya, Disnaker-PMPTSP Kota Malang juga memiliki tugas untuk mengentaskan pengangguran. Dengan adanya kegiatan pelatihan ini harapannya juga untuk mengentaskan pengangguran melalui pekerja pabrik rokok. 

"Dari usaha-usaha mandiri ini bisa ikut juga dalam mengentaskan pengangguran di Kota Malang," pungkas Erik. 

Sementara itu, perwakilan pekerja pabrik rokok yakni Ketua Kelas A Hari Purnomo menyampaikan, seluruh pekerja pabrik rokok yang mengikuti pelatihan unit kompetensi muslim fashion merasa senang. Karena belajar dari yang tidak tahu apa-apa, sampai bisa menghasilkan tiga jenis pakaian selama empat hari. 

"Untuk ke depan kita harus mengembangkan ilmu masing-masing. Mudah-mudahan ke depan bisa membuat usaha kecil-kecilan. Semoga penghasilannya dapat menambah pendapatan di keluarganya masing-masing," ucap Hari. 

Pihaknya pun mengucapkan terima kasih kepada Disnaker-PMPTSP Kota Malang, jajaran instruktur dari LPK Ganesha Malang dan SMKN 3 Malang yang telah menyediakan tempat pelatihan. "Terima kasih banyak atas kesempatan yang telah diberikan. Mudah-mudahan pembimbing dan semua pihak dilimpahkan rezekinya," pungkas Hari.

Topik
Disnaker PMPTSP Kota Malanghasil pelatihan disnakerGusdurian Probolinggobencana banjir kota batu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru