Gerak Cepat Pemkot Malang Tangani Dampak Banjir Bandang

Nov 05, 2021 14:15
Wali Kota Malang Sutiaji (bertopi hitam) saat menyapa warga pengungsi dampak banjir bandang. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (bertopi hitam) saat menyapa warga pengungsi dampak banjir bandang. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

JATIMTIMES - Sejumlah titik lokasi di wilayah Kota Malang turut terdampak banjir bandang dari kawasan Kota Batu Kamis (4/11/2021) kemarin sore. 

Setidaknya, terdapat 4 titik yang cukup parah dan mengharuskan warga setempat harus mengungsi. Keempat wilayah itu diantaranya, Kelurahan Jatimulyo, Kampung Putih (Kelurahan Rampal Celaket), Kelurahaan Samaan, dan Kelurahan Kotalama. Dari 4 titik yang terimbas banjir bandang, wilayah terparah di Kelurahan Jatimulyo.

Di mana tercatat setidaknya ada 61 rumah terdampak. Kemudian, di Kampung Putih sejumlah 51 rumah terdampak, di Samaan 30 rumah, dan di Kotalama ada 7 rumah.

Wali Kota Malang Sutiaji langsung bergerak untuk memastikan dan mengecek kondisi pengungsi yang terdampak di tempat pengunsian. 

Pemkot-Malang-19cb0dab6e11e7153.jpg

Tercatat, ratusan warga mengungsi di beberapa lokasi yang disiapkan petugas. Yakni, di kawasan tempat wisata Edupark Brawijaya (Taman Senaputra), di Jatimulyo Bugenvil RW 09, dan di Samaan RW 02.

Jumat (5/11/2021), Sutiaji juga ikut turun langsung ke lapangan untuk ikut berkegiatan kerja bakti membersihkan area terdampak banjir. Pihaknya juga terus melakukan pemantauan dan memastikan kondisi di pengungsian aman, serta warga terpenuhi kebutuhannya. Baik kebutuhan akan air bersih, hingga bantuan logistik yang diperlukan warga terdampak.

"Sementara yang diambil oleh Pemerintah Kota, memang langsung kita identifikasi kebutuhan, tempat pengungsian dulu. Pengungsian ada, dipastikan kebutuhan air bersih, selimut, kebutuhan dasar makanan, obat-obatan dan sebagainya bagaimana kita siapkan," kata Sutiaji.

Penyediaan dapur umum juga disiapkan, salah satunya di Edupark Brawijaya. Namun, sebagian di wilayah Jatimulyo juga telah dibantu dari swadaya masyarakat sekitar sesuai dengan jumlah pengungsi yang ada.

Termasuk, pendirian tenda dapur umum dari tim TAGANA yang bakal menyediakan makanan bagi pengungsi sejumlah 1.500 porsi setiap harinya.

"Di RW 9 Jatimulyo, masyarakat sudah swadaya, sumbangan berapa sesuai jumlah pengungsi di sini. Kalau bantuan makan kita bisa Insya Allah mulai pagi, siang, sore," terangnya.

Sebagai informasi, saat ini jumlah pengungsi kurang lebih di wilayah Jatimulyo sekitar 200 jiwa. Kemudian, di Kampung Putih sejumlah 238 jiwa,  wilayah Samaan jumlah pengungsi antara 100-150 an jiwa. 

Dari jumlah tersebut masih terus dilakukan pendataan mendetail terhadap jumlah warga terdampak dan kerusakan yang terjadi.

Dalam hal ini, Pemkot Malang bekerjasama dengan tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, PMI, tim TAGANA, TNI/Polri hingga relawan serentak menangani dampak banjir.

Pemkot-Malang-2cab72f70a2b88ff0.jpg

Para relawan juga memperhatikan dan menjaga psikologis anak-anak di lokasi penampungan, dengan mengajak beraktivitas permainan.

"Saat ini tim gabungan semua bersama-sama membantu mengurangi kondisi yang ada. Kedepan harapannya sudah bisa difungsikan kembali rumah warga," kata Kepala BPBD Kota Malang, Alie Mulyanto.

Alie menjelaskan, beberapa wilayah yang terdampak tersebut merupakan lokasi yang memang berdekatan dengan DAS Brantas. Di mana, hal itu pemicu utama banjir bandang dari wilayah Kota Batu yang kemudian menyasar ke seluruh alisan sungai Brantas di Kota Malang. Mulai dari kawasan Togomas, Penanggungan, hingga Jatimulyo.

Terkait dengan kerugian akibat banjir tersebut, Alie mengatakan, hal itu terus dalam proses pendataan. Mengingat, lokasi terdampak adalah kondisi rumah tangga, pihaknya memperkirakan kerugian di kisaran Rp 750 juta sampai Rp 1 miliar.

"Estimasi belum, masih pendataan, masih dalam asesmen. Tapi diperkirakan dari seluruh Kota Malang kurang lebih Rp 750 juta sampai Rp 1 miliaran. Karena kondisi dari rumah tangga dan semua," tandasnya.

Topik
banjir bandangbanjir kota batuPemkot MalangKota MalangWali Kota Malang Sutiajitagana

Berita Lainnya

Berita

Terbaru