Syarat Vaksin Sinovac bagi Anak Usia 6-11 Tahun

Nov 05, 2021 09:45
Ilustrasi (Foto: Stimuno)
Ilustrasi (Foto: Stimuno)

JATIMTIMES - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kini telah memberikan izin pemberian vaksin Sinovac terhadap anak-anak usia 6-11 tahun. Kepala BPOM Penny K Lukito menyebut, penerbitan EUA ini telah melalui penilaian bersama Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) terhadap data mutu vaksin yang mengacu pada pedoman evaluasi mutu vaksin yang berlaku secara internasional.

"Jadi sekarang penggunaan dari vaksin Sinovac sudah bisa digunakan untuk anak 6 sampai11 tahun ," kata Penny dalam konferensi pers daring, Senin (1/11/2021) lalu.

Untuk diketahui, di Indonesia sendiri terdapat 13 persen kasus positif Covid-19 pada anak. Meskipun dengan gejala ringan, tapi anak-anak bisa menularkannya kepada orang lain.

Dari data hasil uji klinis 1, 2 dan 3 yang dilakukan di Bangkok, Thailand, Ketua Tim Riset Uji Klinis vaksin Covid-19 dari Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Kusnandi Rusmil menyebut hasilnya aman digunakan untuk anak-anak.

"Selama ini belum ada kasus efek samping pada anak akibat vaksin Sinovac. Kan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) itu ada reaksi lokal dan sistemik. Lokal adalah bengkak di empat suntikan dan kemerahan. Itu selalu ada tapi di tolelir dan biasanya itu diobservasi selama 30 menit pertama, lalu 1 jam selanjutnya. Kalau bagus, artinya hasilnya bagus," jelas Kusnandi.

Berikut Syarat pemberian vaksin sinovac untuk anak usia 6-11 tahun:

Demi keamanan dan kenyamanan dalam pemberikan vaksin Sinovac untuk anak-anak usia 6-11 tahun, Kusnandi memberikan beberapa syarat utama untuk anak bisa mendapatkan vaksin. 

1. Untuk usia 6 tahun ke atas

Pemberian imunisasi vaksin Covid-19 ini harus dilakukan untuk anak-anak usia 6 tahun ke atas dengan dosis yang sudah disesuaikan. Hal itu sesuai dengan rekomendasi dan anjuran yang diberikan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Anak-anak akan diberikan dosis sebanyak 0,5 mililiter dengan kandungan 0,3 mikrogram. Dosis tersebut lebih rendah dibandingkan dengan yang diberikan untuk remaja dan orang dewasa.

Meski dosis yang dipakai rendah, berdasarkan hasil uji klinis Kusnandi memastikan efektivitasnya tinggi.

2. Anak harus sehat

Anak-anak usia 6 tahun ke atas yang akan divaksin harus dalam keadaan sehat dan sedang tidak dalam keadaan sakit. Suhu tubuh anak harus normal yang akan mendapatkan suntikan vaksin dipastikan tidak boleh lebih dari 37,5 derajat celcius.

Sementara bagi anak-anak dengan kormobid, seperti penyakit kanker atau sejenisnya tidak bisa mendapatkan dosis vaksin Covid-19 Sinovac ini.

3. Jarak antar dosis 28 hari

Kusnandi menyebut jarak antara pemberian dosis pertama dan kedua yakni 1 bulan atau 28 hari paling cepat. Hal ini berbeda dengan jarak antar dosis yang diberikan untuk remaja dan orang dewasa yang hanya 14 hari.

Jeda jarak ini diberikan berdasarkan hasil dari uji coba klinis tahap pertama, kedua dan ketiga yang telah dilakukan di Bangkok, Thailand. Hasilnya pun aman dengan efektivitas tinggi.

4. Berjarak 1 bulan dari imunisasi lainnya

Bagi anak-anak usia 6-11 tahun yang belum mendapatkan imuniasasi dasar anak seperti DTP, MR/MMR, Tifoid, HPV, dll harus ada jarak antara pemberian vaksin tersebut dengan vaksin Covid-19. Biasanya pemberian imunisasi dasar diberikan kepada anak usia 0-18 tahun.

Berdasarkan hasil uji klinis, Kusnandi mengatakan minimal jarak 1 bulan atau 1 bulan lebih antara pemberian imuniasi dengan vaksin dosis kedua.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
vaksin untuk anak anakvaksin sinovacBPOMpenny k lukito

Berita Lainnya

Berita

Terbaru