Kampung Bersinar Jadi Satu Ajang Pengembangan Kemandirian Ekonomi Wilayah Kota Malang

Nov 04, 2021 13:56
Salah satu taman dengan berbagai tanaman hijau di RW 07 Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Salah satu taman dengan berbagai tanaman hijau di RW 07 Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Perlombaan Kampung Bersinar yang digagas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang telah memasuki babak 20 besar. Penilaian oleh tim juri masih berlangsung untuk penentuan pemenang.

Salah satu wilayah yang ikut dalam penilaian itu yakni, RW 07 Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang. Berbagai tanaman hijau, hingga pemanfaatan produk olahan alami menjadi penilaian tersendiri.

Koordinator tim juri 2 lomba Kampung Bersinar DLH Kota Malang Wasto mengatakan, wilayah berbasis perumahan ini dinilai telah bagus dalam kesadaran akan kepedulian lingkungan. Termasuk, dalam pengolahan tanaman menjadi produk yang bisa dikonsumsi.

"Untuk kawasan perumahan, kesadaran warga menanam tumbuh-tumbuhan di depan rumahnya relatif sudah merata. Tinggal beberapa titik saja yang belum. Ada produk-produk hasil tanaman juga. Ini yang perlu terus ditingkatkan oleh pak RT dan pak RW," ujarnya, Kamis (4/11/2021).

Sehingga, dengan lomba Kampung Bersinar ini diharapkan mampu terus dioptimalkan oleh warga setempat. Tak hanya saat lomba, peningkatan perekonomian di wilayah juga bisa terus dimaksimalkan dengan produk hasil olahan tanaman. Diantaranya, minuman tradisional, kue basah, hingga puding dari berbagai tanaman turut dihadirkan.

"Sehingga bisa meningkatkan perekonomian, dikonsumsi warga juga. Lomba ini untuk menjaga kestabilan semangat warga. Kesadarannya harus tetap terjaga, kepeduliannya harus tetap terjaga. Sehingga tumbuh kerukunan, partisipasi, kebersamaan, dan aktivitas sosial secara maksimal," ungkapnya.

Tak hanya itu, pemanfaatan biopori di wilayah tersebut, dinilai Wasto sudah banyak difungsikan. Hal ini bagian dari pencegahan banjir, juga menjaga kestabilan tanah di lingkungan sekitarnya.

"Biopori ini kan sangat penting, di sini sudah banyak. Fungsinya kan tidak hanya mengatasi banjir, tapi juga menjaga kesetabilan air bawah tanah. Daya rekat tanah terbentuk, multi fungsi ya," tandasnya.

Sementara, Ketua RW 07 Kelurahan Lesanpuro Achmad Zuhri menyampaikan, dalam perlombaan ini pihaknya banyak menghadirkan inovasi pengairan. Dalam hal ini memanfaatkan berbagai air untuk tanaman. Seperti, air AC hingga PAH (Pemanfaatan Air Hujan).  

"Ada macam-macam inovasi, pendingin ruangan yang nantinya kita arahkan untuk di setiap rumah wilayah ini ada. Pemanfaatan air AC, untuk tanaman. PAH juga, utk menyiram tanaman, semuanya untuk kelestarian lingkungan," terangnya.

Di sisi lain, Kepala DLH Kota Malang Wahyu Setianto mengungkapkan, dengan perlombaan Kampung Bersinar ini menjadi satu upaya untuk membuat wilayah Kota Malang semakin hijau dan asri. Dalam hal ini, keterlibatan masyarakat secara langsung juga sebagai bentuk terus memunculkan kesadaran akan lingkungan.

"Kalau kita melihat Kota Malang itu memang sudah bagus, cuma kita ingin Kota Malang tampak hijau lagi. Dan juga menumbuhkembangkan, membuat masyarakat agar lebih peduli lingkungan," pungkasnya.

Topik
Lomba Kampung BersinarDLH Kota Malangkemandirian ekonomi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru